93 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M 7,6 Sulut Kekuatan Capai M 5,8

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani Foto : @infobmkg
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat puluhan gempa susulan hingga beberapa jam setelah kejadian utama.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi sebanyak 93 gempa susulan. Data tersebut diperoleh dari hasil monitoring intensif yang dilakukan secara real time oleh tim BMKG.

Menurutnya, kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari magnitudo 2,8 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 5,8. Dari total gempa susulan tersebut, terdapat beberapa di antaranya yang dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Juga:Tetap Tenang! Ini Tindakan Penting dan Tepat Saat Gempa Bumi TerjadiMitigasi Gempa Bumi di Kota Cirebon – Video

Ia menjelaskan bahwa setidaknya tujuh gempa susulan sempat dirasakan oleh warga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di kawasan tersebut masih cukup tinggi dan perlu terus diwaspadai oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

BMKG juga menyampaikan bahwa tren gempa susulan biasanya akan mulai terlihat dalam satu hingga dua hari setelah gempa utama terjadi. Dari situ, para ahli dapat menganalisis apakah frekuensi gempa akan segera menurun atau justru masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Faisal menambahkan bahwa gempa susulan berpotensi berlangsung selama satu hingga dua minggu, tergantung pada kondisi geologis di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan tidak lengah terhadap kemungkinan terjadinya gempa lanjutan.

Pemantauan terhadap aktivitas gempa terus dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui sistem Multi Hazard Early Warning System yang berpusat di Kemayoran, Jakarta. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara cepat dan akurat terhadap setiap aktivitas seismik yang terjadi.

Faisal juga mengingatkan bahwa dalam beberapa kasus, gempa susulan bisa memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan gempa utama. Ia mencontohkan peristiwa gempa di Palu, di mana gempa susulan justru memiliki kekuatan yang lebih besar dari gempa awal.

Hal tersebut menjadi alasan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan gempa. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

0 Komentar