RADARCIREBON.TV – Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat sepanjang Maret 2026 tercatat cukup tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Bandung mencatat sebanyak 111 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dari total kejadian tersebut, mayoritas merupakan gempa dangkal. Tercatat sebanyak 98 gempa memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara 13 gempa lainnya termasuk kategori kedalaman menengah. Tidak ditemukan adanya gempa dalam selama periode ini.
Kedalaman gempa yang terjadi cukup bervariasi, mulai dari yang paling dangkal sekitar 1 kilometer hingga yang terdalam mencapai 157 kilometer. Untuk kekuatan gempa, magnitudo terbesar yang tercatat adalah 5,4, sedangkan yang terkecil berada di angka 0,9.
Baca Juga:Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi Jabar Berpusat di Laut93 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M 7,6 Sulut Kekuatan Capai M 5,8
Berdasarkan lokasi hiposenter, sebagian besar gempa berpusat di laut selatan Jawa. Tercatat sebanyak 67 gempa terjadi di wilayah laut, sedangkan 44 kejadian lainnya berpusat di darat. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng di selatan Jawa masih cukup aktif.
Dari seluruh kejadian tersebut, terdapat lima gempa yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu yang paling signifikan terjadi pada 13 Maret 2026 dini hari dengan kekuatan magnitudo 5,4. Gempa ini berpusat di laut sekitar 115 kilometer barat daya Sukabumi dengan kedalaman 3 kilometer.
Getaran gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah seperti Cidolog dan Ciracap dengan intensitas mencapai skala IV MMI. Selain itu, getaran juga dirasakan di Garut, Tasikmalaya, Pangandaran hingga Kabupaten Bandung dengan intensitas III hingga IV MMI.
Selain aktivitas gempa, BMKG juga mencatat tingginya aktivitas petir di wilayah Jawa Barat selama Maret 2026. Tercatat sebanyak 2.011.970 sambaran petir terjadi sepanjang bulan tersebut, dengan puncak aktivitas pada 28 Maret yang mencapai 240.613 sambaran dalam satu hari.
Wilayah dengan intensitas petir tertinggi meliputi Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Bogor. Sementara itu, aktivitas petir terendah tercatat pada 6 Maret dengan jumlah 118 kejadian.
Untuk wilayah Bandung Raya, suhu udara maksimum tercatat mencapai 33,4 derajat celsius, sedangkan suhu minimum berada di angka 19,8 derajat celsius. Rata-rata suhu harian selama bulan Maret berada di kisaran 24,2 derajat celsius.
