RADARCIREBON.TV – Kabar kurang menggembirakan datang dari Persija Jakarta terkait kondisi striker muda mereka, Mauro Zijlstra. Pemain yang sempat mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia itu kini harus menjalani masa pemulihan akibat cedera yang cukup serius. Proses ini bukan hanya mengganggu ritme pribadinya, tetapi juga menambah daftar kekhawatiran pelatih yang tengah menjaga konsistensi tim di paruh kedua kompetisi.
Zijlstra diketahui mengalami cedera saat membela Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026. Ia tampil cukup impresif, bahkan sempat mencetak gol yang mengangkat moral skuad Garuda. Namun setelah pertandingan tersebut, kondisi fisiknya dilaporkan menurun drastis. Tim medis Timnas sempat memberi sinyal bahwa ia merasa nyeri pada otot paha, tapi tekanan jadwal membuatnya tetap dimainkan hingga situasi memburuk. Cedera ini menjadi pukulan tersendiri, baik bagi sang pemain yang sedang naik daun maupun bagi Macan Kemayoran yang tengah bersaing ketat di liga domestik.
Akibat masalah tersebut, Zijlstra absen dalam dua laga penting Persija: melawan Borneo FC Samarinda dan Dewa United. Kehilangan pemain muda berbakat ini jelas terasa, mengingat lini serang Persija baru mulai menemukan pola permainan yang lebih cair. Tanpa kehadiran Zijlstra yang lincah dan punya naluri mencetak gol, pelatih harus mengandalkan opsi lain yang belum sepenuhnya padu.
Baca Juga:Cek Sekarang! Status BLT Kesra Rp900 Ribu 2026 dan Syarat PenerimanyaNasib 4 Pemain Persija Jelang Habis Kontrak, Siapa Bertahan dan Siapa Harus Angkat Kaki?
Penjelasan resmi kemudian disampaikan oleh tim medis Persija. Dokter tim menegaskan bahwa cedera yang dialami bukan jenis baru, melainkan kambuhan dari masalah otot yang pernah muncul sebelumnya. Pemeriksaan MRI menunjukkan robekan pada otot paha bagian belakang, memaksa staf medis menyusun program rehabilitasi bertahap agar tidak memperparah kondisi. Pemain dijadwalkan menjalani terapi fisik intensif, latihan penguatan, dan pembatasan beban hingga dinyatakan benar-benar pulih.
Masa pemulihan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan, bergantung respons otot selama rehabilitasi. Tim medis berjanji akan memantau perkembangan setiap minggu, karena risiko cedera ulang pada kasus seperti ini cukup tinggi. Keputusan untuk mempercepat atau menunda comeback akan sangat berhati-hati, mengingat usia Zijlstra yang masih muda dan potensi jangka panjangnya.
