Seorang keluarga pasien mengeluhkan dugaan kurang maksimalnya pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Cirebon. Pasien disebut harus menunggu cukup lama tanpa penanganan medis yang memadai. Seorang keluarga pasien mengeluhkan dugaan kurang maksimalnya pelayanan di Instalasi Gawat Darurat. Insiden ketidakpuasan pelayanan medis terjadi di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon. Seorang pasien, Wasra, asal Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, harus dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain setelah keluarga merasa pasien tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan memadai di Instalasi Gawat Darurat. Keluhan tersebut disampaikan oleh Yuyun Sriwahyuni, yang mengaku membawa ayahnya ke IGD Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon pada Rabu malam. Setibanya di IGD, ia mengaku tidak langsung mendapatkan respons cepat dari petugas medis. Bahkan menurutnya, penanganan baru dilakukan setelah dirinya mendatangi dokter untuk meminta bantuan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, pihak dokter menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap. Namun proses selanjutnya dinilai lambat karena pasien harus menunggu ketersediaan kamar. Keluarga pasien mengaku telah menunggu sejak sekitar pukul 18.00 WIB hingga lebih dari satu jam tanpa adanya tindakan lanjutan. Kondisi tersebut membuatnya kecewa hingga akhirnya memutuskan memindahkan ayahnya ke rumah sakit lain. Yuyun menyebut, setelah dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon, pasien langsung mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Atas kejadian itu, Yuyun berharap pihak RS UMC Astanajapura dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga medis, khususnya dokter yang bertugas saat itu. Sementara itu, perangkat Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Yoyo Sunaryo, membenarkan adanya laporan dari warga terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai kurang maksimal. Ia menyebut, keluhan tersebut tidak hanya datang dari satu orang, melainkan beberapa warga yang pernah mengalami hal serupa.