RADARCIREBON.TV – Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, membawa ambisi besar saat tampil di Badminton Asia Championships 2026. Dalam turnamen yang akan digelar di Ningbo, China, pada 7-12 April 2026, pasangan muda ini membidik kemenangan ketiga secara beruntun atas rival mereka dari Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Pertemuan di babak pertama ini menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, kedua pasangan sudah beberapa kali saling berhadapan dalam kurun waktu terakhir. Bahkan, Joaquin menyebut pertemuan ini seperti “jodoh” karena seringnya mereka dipertemukan di berbagai turnamen internasional.
“Sudah lihat undian, kayaknya ketemu Kang Min-hyuk lagi. Jodoh banget. Targetnya tentu ingin bikin 3-0 dulu lah, baru pikir ke depan,” ujar Joaquin saat ditemui usai latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Baca Juga:Hasil Drawing Kejuaraan Asia 2026 – Debut Panas Raymond/Joaquin, Langsung Hadapi “Kawan Sendiri”Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026: Indonesia Andalkan Kekuatan Penuh, Incar Tiket Youth Olympic
Optimisme yang ditunjukkan Raymond/Joaquin bukan tanpa alasan. Mereka memiliki rekor pertemuan yang cukup meyakinkan atas pasangan Korea Selatan tersebut. Dari dua laga sebelumnya, keduanya selalu keluar sebagai pemenang.
Kemenangan pertama diraih di Korea Masters 2025 dengan skor meyakinkan 21-14, 21-11. Sementara itu, pertemuan kedua terjadi di ajang bergengsi All England 2026, di mana mereka menang melalui pertarungan sengit rubber game dengan skor 17-21, 21-12, 21-19.
Modal dua kemenangan tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Raymond/Joaquin untuk menatap laga di Kejuaraan Asia. Terlebih, turnamen ini menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur konsistensi dan perkembangan performa mereka di level elite Asia.
Meski demikian, keduanya tetap menyadari bahwa tantangan tidak akan mudah. Setelah menjalani tur Eropa sepanjang Maret 2026, kondisi fisik dan fokus sempat menjadi kendala. Raymond mengakui bahwa efek jetlag masih terasa setelah perjalanan panjang tersebut.
“Masih ada jetlag, apalagi sebulan di sana. Tapi sekarang sudah mulai balik. Persiapan kami lebih ke evaluasi berdua, dan juga sempat konsultasi dengan psikolog,” jelas Raymond.
Faktor mental memang menjadi perhatian utama. Pasalnya, performa mereka dalam tiga turnamen terakhir menunjukkan inkonsistensi. Setelah tampil impresif dengan menembus semifinal All England, mereka justru tersingkir lebih awal di Swiss Open dan Orleans Masters.
