Joaquin menilai bahwa performa apik di All England dipengaruhi oleh motivasi tinggi karena status turnamen yang prestisius. Selain itu, pengalaman pertama tampil di ajang tersebut juga menjadi pemicu semangat mereka untuk bermain maksimal.
“Di All England kami benar-benar all out. Itu turnamen besar dan pertama kami, jadi performa kami bisa dibilang cukup baik,” ujarnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa menjaga konsistensi adalah pekerjaan rumah terbesar mereka saat ini. Hasil yang tidak sesuai ekspektasi di turnamen berikutnya menjadi bahan evaluasi penting.
Baca Juga:Hasil Drawing Kejuaraan Asia 2026 – Debut Panas Raymond/Joaquin, Langsung Hadapi “Kawan Sendiri”Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026: Indonesia Andalkan Kekuatan Penuh, Incar Tiket Youth Olympic
“Kami harus lebih konsisten. Hasil kemarin memang belum sesuai prediksi, jadi itu jadi pelajaran supaya kami bisa tetap fokus di setiap pertandingan,” tambahnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Raymond/Joaquin kini siap menghadapi duel krusial di babak pertama. Target hattrick kemenangan atas Kang/Ki menjadi motivasi tambahan, sekaligus peluang untuk membuka langkah positif di Kejuaraan Asia 2026.
Jika mampu mempertahankan tren kemenangan, bukan tidak mungkin pasangan muda ini akan menjadi salah satu kejutan besar di turnamen bergengsi tersebut. Semua mata kini tertuju pada bagaimana mereka menjawab tantangan di lapangan.
