Risol Naik Kelas: Dari Gorengan Pinggir Jalan Jadi Dessert Kekinian, Ini Cara Buat Risol Mayo Super Enak

Risol Mayo
Secara historis, risol atau risoles berasal dari pengaruh kuliner Eropa, khususnya Belanda, yang kemudian diadaptasi dengan cita rasa lokal. Foto: Halodoc/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

  • 250 gram tepung terigu
  • 1 butir telur
  • 500 ml susu rendah lemak
  • Sejumput garam

Bahan Isian:

  • Dada ayam rebus (dipotong kecil, sebagai pengganti smoked beef)
  • Telur rebus
  • Sayuran seperti wortel atau jagung (opsional)
  • Mayones rendah lemak
  • Keju rendah lemak (opsional)

Bahan Pelapis:

  • Putih telur
  • Tepung roti (bisa pilih yang whole wheat untuk lebih sehat)

Cara Membuat:

Baca Juga:Harga iPhone 13 Pro Max Bekas 2026 Anjlok atau Stabil? Ini Fakta Pasar dan Tips Beli agar Tak RugiTarif Listrik PLN per kWh 2026: Stabil atau Diam-Diam Naik? Ini Rincian Lengkapnya

  1. Campurkan bahan kulit, aduk hingga halus, lalu buat dadar tipis di teflon.
  2. Isi kulit dengan ayam, telur, sayuran, dan sedikit mayones.
  3. Lipat rapi, lalu celupkan ke putih telur dan balurkan ke tepung roti.
  4. Untuk hasil lebih sehat, gunakan metode air fryer atau oven daripada menggoreng dengan minyak banyak.
  5. Panggang hingga berwarna keemasan dan matang sempurna.

Dengan metode ini, kandungan minyak bisa dikurangi secara signifikan, sehingga lebih ramah untuk kesehatan. Selain itu, penggunaan ayam sebagai pengganti smoked beef juga membantu menekan kadar lemak dan natrium.

Fenomena risol yang kembali populer ini menunjukkan bahwa inovasi adalah kunci dalam dunia kuliner. Dengan sedikit kreativitas, makanan sederhana bisa naik kelas dan bersaing di pasar modern. Tidak hanya soal rasa, kini konsumen juga semakin peduli dengan aspek kesehatan, sehingga muncul tren modifikasi resep yang lebih seimbang.

Ke depan, bukan tidak mungkin risol akan terus berevolusi dengan varian yang lebih unik dan beragam. Dari jajanan tradisional hingga dessert kekinian, risol telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar gorengan biasa, melainkan bagian dari dinamika kuliner yang terus berkembang mengikuti zaman.

0 Komentar