RADARCIREBON.TV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi menelan korban jiwa. Badan SAR Nasional mengonfirmasi satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Kota Manado.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa korban ditemukan di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia di kawasan Sario, Manado. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material bangunan yang runtuh akibat guncangan gempa.
Selain korban meninggal, terdapat satu orang lainnya yang mengalami luka serius berupa patah kaki dan saat ini tengah menjalani perawatan medis. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan evakuasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun di lokasi terdampak.
Baca Juga:Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi Jabar Berpusat di Laut93 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M 7,6 Sulut Kekuatan Capai M 5,8
Syafii menegaskan bahwa setiap peringatan tsunami, sekecil apapun, harus ditindaklanjuti secara serius. Menurutnya, bukan hanya tinggi gelombang yang berbahaya, tetapi juga kecepatan arus air yang dapat menimbulkan dampak besar jika tidak diantisipasi dengan baik.
Dalam penanganan pascabencana, Basarnas bekerja di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto. Proses asesmen terhadap bangunan dan wilayah terdampak terus dilakukan guna memastikan kondisi benar-benar aman.
Setelah proses pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai, penanganan selanjutnya akan dilanjutkan oleh BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah di masing-masing wilayah terdampak. Fokus utama adalah pemulihan serta memastikan keselamatan masyarakat.
Syafii juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana alam yang tinggi, termasuk gempa bumi dan tsunami. Bahkan, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana terbesar di dunia karena berada di kawasan cincin api dan memiliki potensi megathrust.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa gempa memiliki pusat di koordinat 1,25 lintang utara dan 126,25 bujur timur dengan kedalaman sekitar 62 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di wilayah Bitung dan sekitarnya. Selain itu, getaran juga dirasakan cukup kuat di Kota Ternate, Maluku Utara, yang menyebabkan kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
