RADARCIREBON.TV – Wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan sekitar Bitung. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa kedua wilayah tersebut merupakan daerah rawan gempa dan tsunami sejak ratusan tahun lalu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan sejarah, aktivitas gempa di kawasan ini telah terjadi sejak tahun 1608. Artinya, selama lebih dari 500 tahun terakhir, wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus mengalami peristiwa gempa dengan berbagai skala.
Dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang juga melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Basarnas, serta pemerintah daerah, dijelaskan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi di wilayah ini memiliki kekuatan besar. Bahkan, tidak sedikit gempa yang mencapai magnitudo di atas 7.
Baca Juga:Tetap Tenang! Ini Tindakan Penting dan Tepat Saat Gempa Bumi TerjadiMitigasi Gempa Bumi di Kota Cirebon – Video
Salah satu peristiwa besar yang tercatat adalah gempa pada tahun 1998 dengan kekuatan mencapai magnitudo 7,7. Sementara gempa terbaru tahun 2026 ini juga memiliki kekuatan signifikan yaitu magnitudo 7,6. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di kawasan tersebut masih sangat aktif hingga saat ini.
Data BNPB mencatat sejumlah kejadian gempa dan tsunami besar di wilayah Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Utara. Pada periode 1608 hingga 1674 tercatat tsunami regional di Maluku. Kemudian pada 1858 hingga 1859 terjadi tsunami di wilayah Banggai, Ternate, dan Sangihe.
Peristiwa lain terjadi pada tahun 1871 berupa tsunami di Gorontalo. Tahun 1936 tercatat gempa besar di wilayah Sangir yang disertai tsunami di Salebabu dengan kekuatan mencapai magnitudo 8. Selanjutnya pada periode 1966 hingga 1969 terjadi gempa di Halmahera Utara dan Moprotai dengan kekuatan antara 7,6 hingga 7,7.
Memasuki era modern, gempa juga terus terjadi. Pada tahun 2019 hingga 2025, wilayah Laut Maluku mengalami serangkaian gempa dengan kekuatan antara magnitudo 6 hingga 7,1. Puncaknya adalah gempa terbaru tahun 2026 yang kembali mengguncang kawasan tersebut.
BNPB menegaskan bahwa catatan sejarah ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diminta terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana.
Selain itu, BNPB bersama BMKG telah memperkuat sistem peringatan dini gempa dan tsunami dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai alat deteksi dini telah dipasang di wilayah pesisir, termasuk sirine peringatan dan pusat pengendalian operasi.
