RADARCIREBON.TV – Federasi Futsal Indonesia akhirnya merilis daftar resmi 14 pemain yang akan membela Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF Futsal 2026. Setelah melewati pemusatan latihan intensif dan serangkaian uji coba, pelatih Hector Souto menetapkan komposisi skuad yang dinilai paling siap secara teknis, taktis, fisik, dan mental. Proses seleksi berlangsung ketat: data GPS latihan, analisis video pertandingan, serta sesi simulasi tekanan tinggi dipakai untuk menyaring nama-nama yang konsisten.
Keputusan ini memadukan tulang punggung berpengalaman dengan energi pemain muda yang sedang naik daun. Kombinasi itu diharapkan memberi keseimbangan antara ketenangan dalam mengatur tempo dan keberanian dalam transisi cepat.
Berikut daftar 14 pemain yang terpilih:
Muhammad Albagir, Iqbal Iskandar, Syaifullah, Rio Pangestu, Samuel Eko, Firman Adriansyah, Dewa Rizki Amanda, Yogi Setiawan, Ardiansyah Nur, Andri Kustiawan, Evan Soumilena, Syauqi Saud, Subhan Faidasa, dan M. Osamanmusa, Runtuboy. (Catatan: Runtuboy tidak masuk skuad akhir.)
Baca Juga:April 2026 Punya Long Weekend di Awal Bulan, Ini Jadwal Lengkap LiburnyaMulai April 2026! Bansos Triwulan ke-2 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat KTP
Sekilas, kehadiran Albagir di bawah mistar memberi rasa aman berkat refleks dan komunikasinya yang baik. Di lapangan, nama Evan Soumilena dan Syauqi Saud kembali dipercaya menjadi motor serangan karena kemampuan mereka membuka ruang dan penyelesaian akhir yang tajam. Sementara itu, pemain seperti Rio Pangestu dan Dewa Rizki Amanda diharapkan menambah variasi lewat rotasi cepat serta pressing agresif yang menjadi ciri permainan Souto.
Pemangkasan skuad juga menyisakan kejutan. Beberapa pemain yang biasa tampil harus rela menepi karena pertimbangan peran spesifik dan dinamika chemistry tim. Fakta ini menegaskan persaingan internal yang sehat: tempat di tim nasional tidak pernah statis dan hanya diberikan kepada mereka yang siap menjawab tuntutan turnamen regional yang berlangsung padat.
Menatap Piala AFF Futsal 2026, Indonesia menargetkan performa kompetitif di papan atas. Ajang ini bukan sekadar uji kekuatan kawasan, melainkan juga batu loncatan untuk membangun pola main yang lebih stabil menjelang agenda internasional berikutnya. Dalam sepekan terakhir, fokus tim bergeser ke pematangan skema set-piece, transisi bertahan-menyerang, dan pengelolaan rotasi agar kebugaran tetap terjaga hingga laga penentu.
