RADARCIREBON.TV – Pertandingan perempat final Piala FA antara Manchester City dan Liverpool di Etihad Stadium pada Sabtu (4/4) menjadi salah satu laga paling menyita perhatian publik sepak bola. Duel dua raksasa Inggris ini diharapkan berlangsung ketat, namun yang terjadi justru sebaliknya. Manchester City tampil dominan dan efektif, sementara Liverpool kesulitan mengembangkan permainan mereka sejak awal laga.
1. Hatrick Haaland Jadi Pembeda
Erling Haaland menjadi bintang utama dalam pertandingan ini dengan mencetak tiga gol yang memastikan kemenangan Manchester City. Gol pertama lahir dari titik penalti pada menit ke-39 setelah pelanggaran yang dilakukan Virgil van Dijk terhadap Nico O’Reilly di dalam kotak terlarang.
Menjelang akhir babak pertama, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Antoine Semenyo.
Baca Juga:Jadwal Perempatfinal Piala FA: Big Match Manchester City vs Liverpool Buka Laga KrusialLink Streaming Nonton Persija vs Borneo FC Malam Ini, Pertarungan Sengit Dua Tim Elite
Gol tersebut sekaligus mematahkan mental Liverpool yang sebelumnya masih mencoba bertahan. Di babak kedua, Haaland melengkapi hatrick-nya, menunjukkan betapa berbahayanya ia sebagai ujung tombak City. Performa ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu striker terbaik dunia saat ini.
2. Performa Liverpool yang Mengecewakan
Liverpool tampil jauh dari ekspektasi. Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih dan kerap kehilangan bola di area penting. Lini tengah tidak mampu mengimbangi permainan cepat Manchester City, sementara lini depan tampak kurang tajam.
Kondisi ini memperlihatkan inkonsistensi yang sudah terlihat sejak awal musim. Sebagai tim yang musim lalu berhasil meraih gelar Liga Inggris, performa Liverpool saat ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, baik dari segi taktik maupun mental bertanding.
3. Momen Sulit bagi Mohamed Salah
Mohamed Salah menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam laga ini. Sayangnya, sorotan tersebut datang karena kegagalannya memanfaatkan peluang emas di babak pertama. Setelah menerima umpan panjang yang sangat baik, Salah seharusnya berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol.
Namun, sentuhan pertamanya kurang sempurna sehingga memberi waktu bagi Abdukodir Khusanov untuk melakukan intervensi penting. Peluang pun terbuang sia-sia. Momen ini seolah menggambarkan penurunan efektivitas Salah sekaligus mencerminkan masalah yang tengah dialami Liverpool secara keseluruhan.
