RADARCIREBON.TV – Misi Artemis II milik NASA mulai mengirimkan data penting hanya beberapa jam setelah wahana Orion melintas di sisi jauh Bulan.
Koneksi komunikasi laser berhasil terjalin dengan stasiun di Bumi, memungkinkan pengiriman gambar beresolusi tinggi yang diambil langsung oleh para astronaut.
Foto-foto tersebut sebagian besar diambil menggunakan kamera Nikon dengan lensa wide dan telephoto, serta iPhone untuk menangkap pemandangan dari jendela kapsul Orion yang dinamai Integrity.
Misi Berawak Pertama dalam Lebih dari 50 Tahun
Baca Juga:Misi Artemis 2 Resmi Diluncurkan, Manusia Kembali ke Bulan Setelah 50 TahunMisi Bersejarah di Ambang Akhir: Kapan Astronot Artemis II Kembali ke Bumi? Ini Jadwal dan Fakta Pentingnya
Empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, kini tengah kembali ke Bumi setelah mencapai titik terjauh dari planet asal mereka.
Misi ini menjadi penerbangan berawak ke sekitar Bulan pertama dalam lebih dari 53 tahun sejak era Apollo.
Apa yang Benar-benar Baru?
Meski menghasilkan banyak gambar dan observasi, para ilmuwan menilai kontribusi ilmiah Artemis II masih terbatas.
Ahli geologi planet dari University of Notre Dame, Clive Neal, menyebut nilai terbesar misi ini justru ada pada sisi publikasi dan antusiasme masyarakat.
Menurutnya, eksplorasi ini lebih berfungsi sebagai demonstrasi teknologi dibanding misi ilmiah besar.
Bulan Sudah Lama Dipelajari
Permukaan Bulan sebenarnya sudah dipetakan secara detail oleh berbagai misi robotik selama puluhan tahun.
Salah satu yang paling canggih adalah Lunar Reconnaissance Orbiter yang telah mengorbit sejak 2009 dan menghasilkan citra detail tinggi.
Baca Juga:254 Jatuh Korban Dalam Sehari, Serangan Israel Guncang Beirut dan Picu Kemarahan DuniaHarga Minyak Anjlok Tajam Usai Iran Buka Selat Hormuz, Gencatan Senjata 2 Pekan Disepakati
Berbagai instrumen seperti radar, altimeter laser, hingga sensor plasma telah memberikan data jauh lebih kompleks dibanding pengamatan visual manusia dari jarak jauh.
Peran Unik Astronaut: Mata Manusia
Meski kalah dari sisi instrumen, keunggulan manusia ada pada persepsi visual.
Astronaut mampu mengenali gradasi warna, tekstur, dan kedalaman secara langsung, sesuatu yang sulit ditiru oleh sensor robotik.
Mereka bahkan melaporkan melihat kilatan cahaya kecil di sisi gelap Bulan, yang diduga akibat tumbukan mikrometeorit.
Eksperimen dan Adaptasi di Lapangan
Selama misi, astronaut juga menghadapi tantangan teknis, seperti silau cahaya Matahari dan pantulan Bumi di jendela kapsul.
Untuk mengatasinya, mereka menggunakan cara sederhana dengan membuat penutup jendela dari kaus demi meningkatkan visibilitas.
