Hemat Banget atau Cuma Tren? Ini Fakta Sebenarnya Biaya Operasional Motor Listrik di Indonesia

Motor Listrik
Pemerintah Indonesia mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Foto: Oto/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Motor listrik kini sedang naik daun dan menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Dari pengguna harian hingga pecinta otomotif, banyak yang mulai melirik kendaraan ramah lingkungan ini sebagai alternatif dari motor berbahan bakar bensin. Selain alasan lingkungan, faktor utama yang membuat motor listrik menarik adalah klaim biaya operasionalnya yang jauh lebih murah. Tapi, benarkah demikian? Mari kita kupas secara akurat dan mendalam.

Tren Motor Listrik di Indonesia

Pemerintah Indonesia mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dukungan ini terlihat dari berbagai insentif, termasuk subsidi pembelian motor listrik dan pembangunan infrastruktur pengisian daya oleh PLN.

Baca Juga:Gak Punya Budget Laptop? Ini 7 Tablet Spek Gahar yang Bisa Jadi Pengganti!Wajib Tahu Sebelum Beli! Harga Emas Antam 2026 Terbaru Bikin Investor Berburu! Ini Rinciannya Hari Ini

Selain itu, beberapa produsen lokal seperti Gesits dan pemain global seperti Honda juga mulai meramaikan pasar motor listrik di Tanah Air.

Biaya Operasional Motor Listrik

Salah satu alasan utama orang beralih ke motor listrik adalah biaya operasionalnya yang diklaim jauh lebih hemat dibanding motor konvensional. Berikut rinciannya:

1. Biaya Listrik (Pengisian Daya)

Motor listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi utama. Untuk pengisian daya, rata-rata kapasitas baterai motor listrik di Indonesia berkisar antara 1,5 kWh hingga 3 kWh.

Jika kita ambil contoh konsumsi 2 kWh per pengisian penuh dan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.444 per kWh, maka:

  • Biaya sekali charge: 2 kWh x Rp1.444 = sekitar Rp2.888
  • Jarak tempuh: ± 60-80 km (tergantung tipe motor dan kondisi jalan)

Artinya, biaya per kilometer hanya sekitar Rp40-Rp50. Bandingkan dengan motor bensin yang bisa mencapai Rp300-Rp500 per kilometer, tergantung konsumsi BBM.

2. Biaya Perawatan

Motor listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding motor konvensional. Tidak ada oli mesin, busi, atau sistem pembakaran yang kompleks. Ini membuat biaya perawatan jauh lebih rendah.

Beberapa poin penting:

  • Tidak perlu ganti oli rutin
  • Tidak ada filter udara atau busi

Rem tetap perlu dicek, tapi lebih awet karena adanya regenerative braking (di beberapa model)

Baca Juga:Terbaru April 2026! Tabel KUR BRI Makin Mudah, Cek Skema Angsuran, Syarat, dan Cara Pengajuan Lebih PraktisBBM Naik Bikin Dompet Menjerit? Tenang! Ini 5 Mobil Listrik Murah di Bawah Rp200 Juta di 2026

Estimasi biaya perawatan motor listrik bisa hanya sekitar Rp200.000-Rp500.000 per tahun, jauh lebih murah dibanding motor bensin yang bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per tahun.

0 Komentar