Jangan Asal Beli! Ini Rahasia Investasi Emas Perhiasan yang Untung Maksimal di 2026

Emas
Selain emas batangan, emas dalam bentuk perhiasan juga kerap dilirik karena memiliki nilai estetika sekaligus potensi keuntungan finansial. Foto: emasantamindonesia/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Investasi emas masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain emas batangan, emas dalam bentuk perhiasan juga kerap dilirik karena memiliki nilai estetika sekaligus potensi keuntungan finansial. Namun, berbeda dengan emas murni, investasi emas perhiasan memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dipahami agar tidak merugi. Oleh karena itu, penting bagi calon investor untuk mengetahui apa saja yang harus diperhatikan serta keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi ini.

Emas perhiasan pada dasarnya adalah emas yang telah diolah menjadi bentuk tertentu seperti cincin, kalung, gelang, atau anting. Kandungan emas dalam perhiasan biasanya tidak mencapai 100 persen karena dicampur dengan logam lain agar lebih kuat dan tahan lama. Di Indonesia, kadar emas perhiasan umumnya berkisar antara 37,5 persen (9 karat) hingga 75 persen (18 karat). Hal ini menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai jual kembali.

Baca Juga:Tipis, Kencang, dan Premium! Xiaomi Book Pro 14 Jadi Laptop Idaman 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya!Misi Bersejarah di Ambang Akhir: Kapan Astronot Artemis II Kembali ke Bumi? Ini Jadwal dan Fakta Pentingnya

Rahasia Investasi Emas Perhiasan yang Untung Maksimal di 2026

Salah satu hal pertama yang harus diperhatikan dalam investasi emas perhiasan adalah kadar emasnya. Semakin tinggi kadar emas, maka semakin tinggi pula nilai intrinsiknya. Namun, perlu diingat bahwa perhiasan dengan kadar tinggi biasanya lebih lunak dan rentan rusak. Oleh karena itu, banyak produsen memilih kadar tertentu untuk menyeimbangkan antara keindahan dan daya tahan.

Selain kadar, faktor lain yang sangat penting adalah harga beli dan harga jual kembali. Berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan memiliki biaya tambahan berupa ongkos pembuatan. Biaya ini bisa cukup besar dan biasanya tidak dihitung saat penjualan kembali. Artinya, ketika Anda menjual kembali perhiasan tersebut, harga yang diterima bisa lebih rendah dibandingkan harga beli awal. Inilah yang sering kali membuat investor pemula merasa rugi.

Tempat membeli emas juga menjadi pertimbangan penting. Disarankan untuk membeli dari toko emas terpercaya atau lembaga resmi seperti Pegadaian atau Antam yang sudah memiliki reputasi baik. Dengan membeli dari tempat terpercaya, Anda akan mendapatkan jaminan keaslian serta sertifikat yang dapat memudahkan proses penjualan kembali.

0 Komentar