RADARCIREBON.TV- Pemerintah lagi menyiapkan langkah baru biar beras subsidi makin gampang dijangkau masyarakat. Salah satunya lewat program Badan Pangan Nasional yang bakal menghadirkan beras SPHP dalam kemasan lebih kecil, yaitu 2 kilogram.
Selama ini, beras SPHP yang disalurkan lewat Perum Bulog umumnya cuma tersedia dalam kemasan 5 kg, yang buat sebagian orang masih terasa cukup berat di kantong.
Nah, dengan adanya opsi 2 kg ini, harapannya masyarakat yang penghasilannya terbatas bisa tetap beli beras tanpa harus nunggu punya uang lebih banyak dulu.
Baca Juga:Update Harga iPhone 15 Series April 2026 di Indonesia, Turun Drastis!Sean Gelael Naik ke Kelas Pro! Kini Hadapi Pembalap Elite di GT World Challenge Europe 2026
Soalnya di lapangan, masih banyak banget orang yang beli beras eceran 1–2 kg buat kebutuhan harian. Jadi kebijakan ini sebenarnya cukup relate sama kondisi nyata di pasar.
Deputi dari Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, juga bilang kalau ide ini memang ditujukan buat membantu masyarakat kecil.
Menurutnya, makin banyak pilihan kemasan, makin fleksibel juga masyarakat dalam mengatur pengeluaran. Apalagi ini juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang ingin kebijakan pangan benar-benar berpihak ke rakyat kecil.
“Tentu kita akan diskusi. Kita akan tindak lanjuti tatkala sudah ada perintah Bapak Menteri. Kita akan segera lakukan exercise perhitungan kemungkinan subsidi dan lain sebagainya. Tentu mudah-mudahan tidak mengubah banyak, misalnya kan harga SPHP Zona 1 itu Rp12.500 per kg, itu tidak ada kesulitan, tinggal kalau kemasannya 2 kg, harapan kita tinggal kali 2 saja,” jelas Ketut.
Dari sisi aturan, sebenarnya kemasan 2 kg ini sudah diizinkan lewat regulasi terbaru. Jadi nanti Bulog bisa menyalurkan beras SPHP dalam dua pilihan utama: 5 kg dan 2 kg.
Sementara untuk kemasan besar 50 kg tetap ada, tapi hanya untuk daerah tertentu seperti wilayah timur Indonesia atau daerah terpencil.
Meski begitu, pemerintah tetap kasih batasan pembelian. Untuk kemasan 5 kg, maksimal bisa beli lima bungkus. Sedangkan kemasan 2 kg dibatasi hanya dua bungkus per orang. Dan yang penting, beras ini nggak boleh dijual lagi karena memang sudah disubsidi pemerintah.
Baca Juga:Cuma Rp75 Ribu! Ini Jadwal dan Harga Tiket Timnas Indonesia U-17 di AFF 2026, Jangan Sampai Kehabisan!Mending Tablet atau Laptop? Ini Rekomendasi Tablet Kencang yang Bisa Gantiin Laptop!
Program SPHP sendiri sudah berjalan sejak awal Maret 2026, dengan target penyaluran mencapai 828 ribu ton beras sepanjang tahun.
