Bukan hal baru lagi kalau ada kasus foto pribadi nasabah disebar ke grup WhatsApp kontak mereka dengan tulisan yang memojokkan karena belum bayar utang. Keamanan digital kita benar-benar dipertaruhkan di sini.
4. Lingkaran Setan “Gali Lubang Tutup Lubang”
Karena bunga yang tinggi dan tenor (jangka waktu) yang singkat, banyak orang yang akhirnya kesulitan bayar. Solusi instan yang sering diambil? Pinjam lagi di aplikasi lain buat nutup utang di aplikasi pertama. Inilah awal mula “Lingkaran Setan”.
Awalnya cuma punya utang di satu tempat, lama-lama jadi punya utang di sepuluh aplikasi berbeda. Tagihannya makin numpuk, bunganya makin menggulung, dan akhirnya total utang jadi jauh lebih besar dari gaji bulanan. Kondisi ini yang sering bikin orang stres berat, depresi, bahkan nekat melakukan hal-hal negatif.
Baca Juga:Update Harga iPhone 15 Series April 2026 di Indonesia, Turun Drastis!Sean Gelael Naik ke Kelas Pro! Kini Hadapi Pembalap Elite di GT World Challenge Europe 2026
5. Skor Kredit Jadi Rusak (BI Checking/SLIK OJK)
Kalau kamu pakai pinjol yang legal (terdaftar di OJK), setiap keterlambatan bakal tercatat di sistem layanan informasi keuangan.
Dampaknya apa? Nanti kalau suatu saat kamu benar-benar butuh pinjaman besar yang penting, misalnya mau ambil KPR rumah atau kredit motor di bank, pengajuanmu bakal ditolak mentah-mentah. Bank bakal melihat kamu sebagai nasabah yang “berisiko” karena punya riwayat kredit yang buruk di pinjol.
Terus, Gimana Biar Aman?
Sebenarnya, nggak dilarang kok pakai pinjol kalau memang darurat banget, asalkan kamu punya strategi:
- Cek Legalitas: Pastikan aplikasi itu terdaftar resmi di OJK. Jangan sekali-kali sentuh yang ilegal.
- Ukur Kemampuan: Jangan pinjam lebih dari 30% dari pendapatanmu. Kalau gaji Rp5 juta, jangan punya cicilan total lebih dari Rp1,5 juta.
- Baca Kontrak: Jangan asal klik agree. Lihat bunganya berapa, dendanya berapa kalau telat, dan berapa yang benar-benar cair ke rekening.
- Tujuan Jelas: Pinjam buat modal usaha atau keadaan darurat medis itu oke. Pinjam buat beli HP baru atau jalan-jalan? Big no!
