Prabowo Tegur Oknum Birokrat, Ingatkan Pengabdian Lebih Penting dari Kepentingan Pribadi

Prabowo Tegur Oknum Birokrat
Prabowo Tegur Oknum Birokrat foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya oknum di lingkungan birokrasi yang menyalahgunakan kewenangan untuk terlibat dalam praktik pencurian uang negara. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut harus diakui secara terbuka sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan dan aset negara di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya integritas aparatur negara dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Prabowo, masih terdapat individu dalam berbagai kementerian dan lembaga yang diberikan kepercayaan oleh negara, namun justru menyalahgunakan kekuasaan untuk membantu pihak-pihak yang merugikan keuangan negara. Ia menyebut praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Baca Juga:Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji: KPK Periksa Sejumlah Saksi dari Biro Penyelenggara HajiKejaksaan Negeri Majalengka Garap Koni Majalengka! Geledah Kantor KONI, Dugaan Korupsi Dana Hibah 2024/2025

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal menjabat sebagai presiden, dirinya terus mengajak seluruh jajaran birokrasi untuk meninggalkan praktik-praktik yang tidak baik. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat tegas, tetapi juga persuasif dan humanis, dengan mengedepankan rasa tanggung jawab sebagai sesama anak bangsa.

Prabowo mengajak seluruh aparatur negara untuk menghentikan berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari penipuan, penyelundupan, hingga praktik ilegal seperti tambang dan perkebunan tanpa izin. Menurutnya, seluruh pejabat publik harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan oleh rakyat.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal kesejahteraan aparatur negara. Ia mengakui bahwa masih ada pegawai yang merasa gaji yang diterima belum mencukupi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang kondisi ekonominya jauh lebih sulit dibandingkan aparatur negara. Oleh karena itu, bekerja di lingkungan pemerintahan seharusnya dipahami sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi.

Prabowo menekankan bahwa menjadi bagian dari pemerintahan berarti siap berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Ia menyebut bahwa pengabdian kepada negara harus menjadi nilai utama yang dipegang oleh setiap aparatur sipil.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa praktik perampokan terhadap kekayaan negara telah berlangsung terlalu lama dan tidak boleh terus dibiarkan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menghentikan berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.

0 Komentar