RADARCIREBON.TV – Kabar terbaru datang dari dunia sepak bola Asia Tenggara jelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Format baru turnamen ini menjadi sorotan karena dinilai memberikan keuntungan besar bagi Timnas Indonesia, terutama terkait peluang tidak langsung bertemu Vietnam di fase awal.
Berdasarkan informasi terbaru, FIFA ASEAN Cup 2026 akan menggunakan sistem yang berbeda dibanding turnamen regional sebelumnya. Kompetisi ini dirancang dengan format gugur atau *knockout*, sehingga setiap pertandingan menjadi sangat krusial dalam menentukan langkah tim menuju gelar juara.
Salah satu poin penting dalam format ini adalah pembagian pot berdasarkan peringkat FIFA. Tim-tim unggulan seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina masuk ke dalam pot teratas. Dengan sistem ini, tim-tim dari pot yang sama dipastikan tidak akan saling berhadapan di babak perempat final.
Baca Juga:Buruan Serbu! Promo PSM Alfamart 8-15 April 2026, Banyak Diskon Produk HarianJadwal Indonesia vs Vietnam di Semifinal Piala AFF Futsal 2026, Kick Off Jam Berapa?
Artinya, Timnas Indonesia dipastikan tidak akan langsung bertemu Vietnam pada fase awal turnamen. Pertemuan dengan rival kuat tersebut baru berpotensi terjadi di babak semifinal, jika kedua tim sama-sama mampu melaju sejauh itu.
Selain itu, keuntungan lain yang didapat skuad Garuda adalah status sebagai tim unggulan yang otomatis lolos ke babak perempat final. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu melewati babak kualifikasi atau pendahuluan, sehingga bisa menghemat tenaga dan fokus pada laga-laga krusial.
Menariknya, dengan format sistem gugur ini, Timnas Indonesia hanya perlu memainkan tiga pertandingan untuk bisa menjadi juara, yakni perempat final, semifinal, dan final. Jalur yang lebih singkat ini tentu membuka peluang lebih besar untuk meraih gelar, terutama jika performa tim tetap konsisten.
Tak hanya itu, FIFA ASEAN Cup 2026 juga akan digelar dalam kalender resmi FIFA Matchday. Hal ini menjadi keuntungan besar karena pelatih bisa memanggil pemain terbaik, termasuk mereka yang berkarier di Eropa tanpa terkendala izin klub.
Dengan komposisi pemain terbaik yang tersedia, peluang Timnas Indonesia untuk tampil maksimal semakin terbuka. Kombinasi pemain lokal dan diaspora diyakini bisa memberikan kekuatan tambahan yang signifikan dalam menghadapi persaingan di level Asia Tenggara.
Di sisi lain, format baru ini juga memunculkan perdebatan. Beberapa pihak menilai sistem ini terlalu menguntungkan tim unggulan karena jalur menuju semifinal menjadi lebih ringan. Namun, tetap saja konsistensi dan performa di lapangan menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir.
