Tol Getaci Sepi Peminat, Proyek Tol Terpanjang RI Minim Investor

Ilustrasi jalan tol
Ilustrasi jalan tol Foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Proyek jalan tol terpanjang di Indonesia, yakni Tol Gedebage Tasikmalaya Cilacap (Getaci), hingga kini belum juga terealisasi. Minimnya minat investor menjadi kendala utama yang membuat proyek sepanjang 206,65 kilometer tersebut terus tertunda sejak pertama kali direncanakan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa rendahnya ketertarikan investor terhadap proyek ini disebabkan oleh proyeksi lalu lintas atau traffic yang dinilai kurang menjanjikan. Dalam proyek infrastruktur seperti jalan tol, tingkat penggunaan jalan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelayakan investasi.

Menurutnya, jika potensi traffic rendah, maka potensi keuntungan bagi investor juga menjadi terbatas. Hal inilah yang membuat proyek Tol Getaci kurang diminati dibandingkan proyek infrastruktur lainnya yang memiliki prospek penggunaan lebih tinggi.

Baca Juga:ADB Prediksi Ekonomi Negara Berkembang Melemah, Indonesia Justru Tumbuh PositifStrategi Pemerintah Perkuat Rupiah Saat Krisis, Kunci Utama Kembalikan Kepercayaan

Biasanya, untuk mengatasi minimnya minat investor, pemerintah akan memberikan dukungan konstruksi atau chip in guna meningkatkan daya tarik proyek. Skema ini dilakukan dengan menyuntikkan sebagian anggaran negara agar risiko investasi dapat ditekan.

Namun dalam kasus Tol Getaci, langkah tersebut sulit dilakukan. Pemerintah saat ini menghadapi keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat memberikan dukungan finansial tambahan untuk proyek tersebut. Akibatnya, proyek ini harus bersaing dengan kebutuhan pembangunan lainnya yang dianggap lebih mendesak.

Alih-alih memaksakan pendanaan pada proyek yang belum diminati, pemerintah memilih untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus yang kini dipertimbangkan adalah percepatan pembangunan bendungan untuk pengendalian banjir.

Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey. Kedua bendungan ini dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi yang selama ini kerap terdampak.

Dody menargetkan pembangunan bendungan tersebut dapat selesai secara bertahap mulai 2027 hingga 2028. Ia menilai percepatan proyek ini lebih mendesak dibandingkan memberikan subsidi pada proyek tol yang belum tentu menarik minat investor.

Tol Getaci sendiri telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak tahun 2020. Meski demikian, proyek ini sudah beberapa kali mengalami kegagalan lelang dan hingga kini masih dalam tahap evaluasi sebelum kembali ditawarkan kepada investor.

0 Komentar