Kepastian penerapan sistem sekolah lima atau enam hari di Kabupaten Cirebon hingga kini masih dalam tahap kajian. Dinas Pendidikan setempat menunggu arahan resmi dari Bupati, dengan sejumlah pertimbangan teknis dan sosial.
Kepastian penerapan sistem sekolah lima atau enam hari di Kabupaten Cirebon hingga kini masih dalam tahap kajian. Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon belum memutuskan penerapan sistem sekolah lima atau enam hari dalam sepekan. Kepala Dinas Pendidikan, Ronianto, menyatakan pihaknya masih melakukan kajian dan siap mengikuti kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah daerah.
Dalam pembahasan bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, wacana sekolah lima hari belum mendapat dukungan penuh, terutama untuk jenjang sekolah dasar. Hal ini lantaran banyak siswa SD di Cirebon yang juga mengikuti pendidikan madrasah atau Diniyah Takmiliyah Awaliyah, DTA.
Baca Juga:80 Persen ASN Kab. Cirebon Akan Bekerja Dari Rumah Saat WFH – VideoJalan Sindanglaut Pabuaran Rusak – Video
Jika diterapkan, sistem lima hari sekolah dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan kegiatan madrasah, terlebih daerah ini telah memiliki peraturan daerah terkait DTA.
Dari sisi efektivitas, sistem enam hari dinilai masih lebih ideal. Selain itu, perbedaan durasi belajar juga menjadi pertimbangan. Pada sistem lima hari, jam belajar bisa mencapai delapan jam per hari, sementara enam hari berkisar enam hingga tujuh jam dengan waktu pulang lebih awal.
Saat ini, Disdik masih melakukan koordinasi lanjutan, mengingat siswa tengah menjalani tes kemampuan akademik. Keputusan terkait sistem pembelajaran ini direncanakan akan ditetapkan pada awal Mei 2026, setelah seluruh kajian selesai dilakukan.