RADARCIREBON.TV- Dominasi Persib Bandung di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 semakin sulit dibendung.
Namun di balik posisi nyaman tersebut, peringatan keras justru datang dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan. Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju gelar juara belum selesai, bahkan justru memasuki fase paling berbahaya.
Memasuki pekan ke-28, Persib memang menunjukkan konsistensi luar biasa. Mereka kokoh di posisi teratas dengan koleksi lebih dari 60 poin dan unggul atas para pesaing terdekat seperti Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta. Namun, selisih poin yang masih bisa dikejar membuat persaingan gelar tetap terbuka lebar.
Baca Juga:Jelang Laga Penentuan Gelar! Persib Diterpa Masalah Serius, Pilar Utama di Lini Belakang Dipastikan MenepiDrama GBLA! Johnny Jansen Geram, Bali United Merasa Layak Sapu Bersih Poin dari Persib
Konsistensi Jadi Senjata Utama Persib
Sepanjang musim ini, Persib tampil sebagai tim paling stabil. Mereka tidak hanya produktif dalam mencetak gol, tetapi juga memiliki pertahanan yang solid. Statistik menunjukkan Persib menjadi salah satu tim dengan selisih gol terbaik di liga, mencerminkan keseimbangan antara lini serang dan lini belakang.
Kemenangan demi kemenangan yang diraih, termasuk hasil positif atas tim-tim papan tengah dan bawah, menjadi fondasi kuat bagi posisi mereka saat ini. Bahkan dalam laga-laga krusial, Persib mampu tampil efektif tanpa harus selalu bermain spektakuler.
Keunggulan ini tidak datang secara instan. Sejak awal musim, tim asuhan Bojan Hodak telah menunjukkan pola permainan yang konsisten, dengan pendekatan taktik yang disiplin dan efisien. Faktor pengalaman juga menjadi pembeda, mengingat banyak pemain Persib yang sudah terbiasa berada dalam tekanan perebutan gelar.
Peringatan Ropan: Tujuh Laga = Tujuh Final
Meski demikian, Bung Ropan mengingatkan bahwa posisi puncak bukan jaminan juara. Ia menyebut sisa pertandingan musim ini sebagai “tujuh final” yang harus dijalani Persib tanpa kesalahan.
Menurutnya, secara matematis peluang Persib memang besar. Namun dalam kompetisi panjang seperti liga, segalanya bisa berubah dalam hitungan pekan. Ia menyoroti bahwa selisih poin yang ada saat ini masih sangat mungkin dikejar jika Persib kehilangan fokus.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim sebelumnya, tim yang sempat memimpin klasemen justru tergelincir di fase akhir akibat tekanan mental dan kelelahan fisik. Bahkan Persib sendiri pernah mengalami situasi serupa, di mana peluang juara harus tertunda karena hasil kurang maksimal di pekan-pekan penentuan.
