Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal. Mitigasi dilakukan untuk mencegah kekeringan lahan pertanian.
Indonesia, khususnya Kabupaten Cirebon akan menghadapi musim kemarau yang datang lebih awal, yaitu sekitar bulan April. Hal ini telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Untuk itu, Dinas Pertanian, Distan Kabupaten Cirebon telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan melakukan mitigasi sebagai upaya mencegah kekeringan lahan pertanian.
Baca Juga:Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tipikor Perumda BPR Bank Cirebon – VideoRencana Perpindahan Pegawai Setda Ke GCM Tertunda – Video
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tiga langkah mitigasi.
Diantaranya, petani dihimbau untuk melakukan tanam lebih awal pada musim tanam kedua. Kemudian, petani disarankan menggunakan varietas padi tahan kekeringan, seperti padi 32 dan padi 49, serta pola tanam campur.
Selain itu juga, pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, untuk penyediaan sumber air melalui sumur bor.
Sejumlah wilayah seperti Sedong, Susukan Lebak, dan wilayah timur serta selatan Kabupaten Cirebon, disebut memiliki potensi kekeringan lebih tinggi.
Distan juga mengerahkan penyuluh pertanian lapangan untuk memberikan edukasi kepada petani, agar lebih siap menghadapi dampak musim kemarau.