RADARCIREBON.TV – Musim BRI Super League 2025/2026 memasuki fase krusial, namun ada satu fakta yang cukup mengejutkan dan jadi sorotan. Dua tim bertabur bintang dengan “aroma Belanda” yang kental, Dewa United dan Bali United, justru tampil melempem di papan tengah klasemen.
Di tengah panasnya persaingan menuju gelar juara dan sengitnya zona degradasi, kedua tim ini seolah kehilangan tajinya. Padahal secara materi pemain, mereka termasuk yang paling mewah di liga.
Bali United misalnya, kini ditangani pelatih asal Belanda, Johnny Jansen. Tak hanya itu, skuad Serdadu Tridatu juga dipenuhi pemain dengan latar belakang Belanda seperti Mike Hauptmeijer, Jordy Bruijn, hingga Thijmen Goppel. Bahkan ada juga striker muda berdarah Belanda yang jadi sorotan.
Baca Juga:Jadwal Siaran Langsung BRI Super League Pekan 27: Persib vs Bali United, Duel Penentu Puncak KlasemenPekan ke-27 BRI Super League Makin Panas! Ini 3 Pemain yang Tampil Paling Gacor!
Sementara itu, Dewa United juga tak kalah “kental” nuansa Eropanya. Di bawah asuhan Jan Olde Riekerink, klub ini dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Sonny Stevens, Nick Kuipers, hingga deretan pemain naturalisasi yang sudah tak asing di Timnas Indonesia.
Namun yang terjadi setelah itu justru di luar dugaan…
Alih-alih tampil dominan, kedua tim justru kesulitan menjaga konsistensi. Bali United menjadi contoh nyata. Mereka bisa tampil luar biasa dengan kemenangan besar, namun di laga berikutnya justru tampil melempem dan kehilangan poin penting.
Saat ini, Bali United masih tertahan di papan tengah dengan hasil yang naik turun. Catatan kemenangan, imbang, dan kekalahan yang seimbang menunjukkan betapa inkonsistennya performa mereka musim ini.
Di sisi lain, Dewa United juga mengalami hal serupa. Meski dihuni banyak pemain berkualitas seperti Egy Maulana Vikri hingga Alexis Messidoro, mereka belum mampu tampil stabil sepanjang musim.
Faktor lain yang ikut memengaruhi adalah padatnya jadwal. Dewa United harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan ajang Asia, yang akhirnya berdampak pada performa tim secara keseluruhan.
Meski begitu, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Dalam beberapa laga terakhir, Dewa United perlahan menunjukkan peningkatan performa dengan hasil positif.
Situasi ini membuat persaingan di papan tengah semakin menarik. Kedua tim masih punya peluang untuk memperbaiki posisi, namun waktu yang tersisa semakin menipis.
