Di titik inilah peringatan Kartini seharusnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan.
Ia harus menjadi momen evaluasi. Apakah kebijakan sudah berpihak? Apakah perlindungan sudah maksimal? Apakah kesetaraan sudah benar-benar terasa?
Kabupaten Cirebon hari ini tidak kekurangan simbol. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah simbol menjadi sistem.
Baca Juga:Hari Kartini 21 April 2026: Apakah Termasuk Libur Nasional? Ini PenjelasannyaSambut Hari Kartini, Langkah Tegas Wapres Gibran Perkuat Peran Perempuan di Era Modern
Karena jika tidak, maka peringatan ini akan terus berulang, dengan narasi yang sama, dengan janji yang sama, dan dengan persoalan yang tak banyak berubah.
Kartini tidak butuh dikenang dengan megah. Ia butuh diperjuangkan dengan nyata.
Dan mungkin, penghormatan paling jujur untuk Kartini bukanlah pada panggung peringatan, melainkan pada keberanian untuk mengakui bahwa perjuangannya masih jauh dari selesai.
Jika itu bisa dilakukan, maka Hari Kartini tidak lagi sekadar perayaan. Ia menjadi pengingat yang hidup bahwa di balik setiap seremoni, ada tanggung jawab yang tidak bisa lagi ditunda.
