RADARCIREBON.TV – Pergerakan harga emas batangan kembali menjadi sorotan pada Rabu, 22 April 2026. Logam mulia produksi UBS tercatat mengalami penyesuaian harga yang cukup stabil, dengan kecenderungan naik tipis di berbagai ukuran. Kondisi ini membuat emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan pembaruan terbaru, harga emas UBS untuk ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, dipatok sebesar Rp1.569.000. Sementara itu, untuk ukuran 1 gram dijual di angka Rp2.902.000. Kenaikan harga ini mencerminkan tren positif yang terus berlanjut sejak beberapa hari terakhir, meskipun tidak terlalu signifikan.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas UBS 2 gram dibanderol Rp5.759.000, sedangkan 5 gram mencapai Rp14.232.000. Adapun ukuran 10 gram dijual dengan harga Rp28.313.000. Harga ini biasanya menjadi acuan bagi investor pemula yang ingin mulai menabung emas dalam jumlah sedang.
Baca Juga:Huawei MatePad Pro 13.2 Resmi Jadi Tablet Flagship Premium, Ini Spesifikasi dan Harganya di IndonesiaPromo Alfamart 16 – 30 April 2026: Belanja Rp50 Ribu Bisa Tebus 6 Produk Mulai Rp5 Ribuan
Di sisi lain, bagi investor dengan dana lebih besar, emas UBS ukuran 25 gram kini berada di harga Rp70.643.000. Sementara itu, ukuran 50 gram dijual Rp140.996.000 dan 100 gram menyentuh angka Rp281.882.000. Kenaikan harga pada kategori ini masih sejalan dengan tren global yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga emas dunia.
Untuk ukuran jumbo, emas UBS 250 gram dipasarkan di harga Rp704.495.000. Sedangkan ukuran 500 gram kini mencapai Rp1.407.336.000. Biasanya, ukuran besar ini lebih diminati oleh investor institusi atau individu dengan strategi investasi jangka panjang.
Secara umum, harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga geopolitik. Ketika kondisi ekonomi tidak stabil, permintaan terhadap emas cenderung meningkat karena dianggap sebagai aset safe haven atau pelindung nilai.
Di Indonesia, minat masyarakat terhadap investasi emas juga terus meningkat, terutama karena kemudahan akses pembelian baik secara offline maupun online. Selain itu, emas dinilai relatif aman dibandingkan instrumen investasi lain yang memiliki risiko fluktuasi tinggi, seperti saham atau kripto.
Namun demikian, calon investor tetap disarankan untuk memperhatikan selisih harga beli dan jual (spread), serta tujuan investasi sebelum memutuskan membeli emas. Investasi emas lebih cocok untuk jangka panjang, bukan untuk keuntungan instan.
