Adapun tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditetapkan pada 27 April 2026, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 4 Mei 2026 mendatang.
Dari segi kinerja, perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5,78 triliun sepanjang 2025, turun 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,39 triliun.
Laba bersih perusahaan juga mengalami penurunan 12,4 persen secara tahunan menjadi Rp725,4 miliar, dari Rp827,7 miliar pada tahun 2024.
