Kembali ke Sekolah: Menjemput Kenangan yang Pernah Membentuk Masa Depan

Bambang Mujiarto ST
Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto ST saat memberikan materi pendidikan demokrasi di SMK Muhammadiyah Cirebon. Foto: Raihan/radarcirebon.tv
0 Komentar

Kini, sebagai Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang berdiri bukan hanya sebagai alumni, tetapi sebagai bukti nyata bahwa kerja keras dan pendidikan mampu mengubah nasib seseorang.

Ia datang bukan untuk sekadar bernostalgia, tetapi untuk berbagi energi, menyalakan harapan, dan menegaskan bahwa mimpi siapa pun bisa menjadi nyata.

Di hadapan para siswa, ia menyampaikan pesan sederhana namun dalam: jangan pernah meremehkan proses. Karena dari ruang kelas yang mungkin terasa biasa, bisa lahir sosok-sosok luar biasa.

Baca Juga:Saat Bambang Bertemu Pelajar : Mental Berani Itu Fondasi, Idealisme itu Tiangnya, Kemanusiaan Itu AtapnyaBambang Mujiarto: Petani Pahlawan Pangan, Sudah Selayaknya Hidup Sejahtera

“Kalian mungkin tidak menyadari hari ini, tapi apa yang kalian jalani sekarang akan menjadi bekal seumur hidup,” ujarnya.

Kata-kata itu bukan sekadar motivasi kosong. Itu adalah refleksi dari perjalanan hidupnya sendiri, perjalanan yang dimulai dari bengkel praktik sederhana hingga ruang-ruang kebijakan di tingkat provinsi.

Kunjungan itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Ia berubah menjadi momen haru, ketika seorang alumni menyatu kembali dengan akar perjuangannya. Ada rasa bangga, ada rasa syukur, dan ada tekad untuk terus memberi.

Bagi Bambang, sekolah ini telah memberikan lebih dari sekadar ilmu. Ia memberikan arah, membentuk mental, dan menanamkan nilai-nilai yang akan terus ia bawa sepanjang hidup.

Dan bagi para siswa yang menyaksikan, kehadirannya adalah cermin masa depan. Bahwa dari tempat yang sama, dengan semangat yang sama, mereka pun bisa melangkah sejauh mungkin bahkan melampaui apa yang pernah dibayangkan.

Karena pada akhirnya, setiap langkah besar selalu berawal dari tempat sederhana. Dan bagi Bambang Mujiarto, langkah besar itu dimulai dari SMK Muhammadiyah Cirebon, tempat di mana mimpi pertama kali menemukan jalannya.

0 Komentar