Kunjungan Bambang Mujiarto ke SMK Muhammadiyah menjadi momen nostalgia sekaligus refleksi atas stigma kenakalan yang melekat di sekolah tersebut. Namun bagi Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat ini, almamater SMK justru menjadi tempat pembentukan karakter.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto kembali menjejakkan kaki di SMK Muhammadiyah Cirebon. Sekolah yang pernah menjadi bagian dari masa remajanya pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh hingga tahun dua ribu.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan perjalanan memori yang membangkitkan kenangan masa lalu. Bambang menyebut, almamater tersebut memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya.
Baca Juga:Serah Terima Aset Perumahan Ke Pemerintah Masih Rendah – VideoDPKPP Ancam Akan Berikan Sanksi Kepada Developer Bandel – Video
Meski selama ini dikenal dengan stigma negatif seperti kenakalan dan tawuran, namun ia menilai hal tersebut tidak mencerminkan keseluruhan realitas. Menurutnya, masa remaja di sekolah kejuruan adalah fase pembentukan karakter. Energi besar yang dimiliki siswa sering kali tidak memiliki ruang penyaluran yang tepat, sehingga kenakalan yang terjadi lebih disebabkan oleh kurangnya arah dan fasilitas.
Bambang menegaskan, di balik stigma tersebut, banyak alumni yang berhasil di berbagai bidang. Mulai dari pemerintahan, TNI, Polri, hingga politik. Hal ini menjadi bukti bahwa stigma negatif tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia. Di hadapan para siswa, Bambang juga menyampaikan pentingnya keterampilan dan daya saing. Menurutnya, dunia ke depan akan semakin kompetitif.
Sehingga siswa SMK harus memiliki keahlian lebih untuk bertahan dan menang dalam persaingan. Menariknya, dalam sesi diskusi, Bambang mengaku terkejut dengan pemahaman siswa yang dinilai lebih terbuka. Tidak hanya dalam bidang kejuruan, namun juga dalam isu sosial, politik, dan demokrasi. Hal ini dinilai sebagai dampak positif dari akses informasi di era digital. Salah satu siswa, Fadlan Rizky Fauzi mengaku terinspirasi dari kunjungan tersebut.
Ia menilai penyampaian materi yang dilakukan Bambang mudah dipahami dan memberi motivasi. Selain itu, Bambang juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas pendidikan. Khususnya bagi sekolah kejuruan yang membutuhkan ruang praktik lebih besar. Menurutnya, peran pemerintah menjadi kunci dalam mendorong sistem pendidikan yang lebih terintegrasi.