RADARCIREBON.TV – Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, angkat bicara mengenai kualitas perwasitan di fase krusial Super League 2025/2026. Menjelang laga melawan Semen Padang FC di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026), Lefundes menyoroti pentingnya menjaga integritas pertandingan di tengah tekanan kompetisi yang semakin tinggi.
Alih-alih hanya membahas taktik, pelatih asal Brasil itu menekankan filosofi permainan yang bersih dan menjunjung sportivitas. Ia menilai timnya telah menunjukkan sikap disiplin sepanjang musim dengan minim pelanggaran dan kartu yang diterima.
“Sejauh ini kami memiliki perilaku yang teladan. Borneo FC memiliki perilaku teladan sepanjang liga,” ujar Lefundes. Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari prinsip yang ditanamkan kepada para pemain agar tetap menjaga etika dalam bertanding.
Baca Juga:Bojan Hodak Angkat Topi untuk Frigeri, Persib Ditahan Arema 0-0 di Laga KrusialBorneo FC vs Semen Padang Hari Ini: Peluang Emas Tempel Persib di Puncak Klasemen
Lefundes juga mengkritik gaya bermain beberapa tim yang dinilai terlalu banyak melakukan protes dan cenderung merusak jalannya pertandingan. Menurutnya, pendekatan seperti itu tidak mencerminkan semangat sepak bola yang sebenarnya.
“Selama tiga tahun saya di sini, ada beberapa tim yang memiliki sejarah bermain dengan keluhan dan taktik anti-football. Saya pikir itu mengerikan, jadi saya tidak suka tim saya mengikuti contoh itu,” lanjutnya.
Memasuki enam laga terakhir musim ini, Lefundes mengakui bahwa tekanan terhadap semua tim sangat tinggi. Baik tim yang memburu gelar juara maupun yang berjuang menghindari degradasi memiliki kepentingan besar, yang pada akhirnya bisa memengaruhi suasana pertandingan di lapangan.
Dalam situasi seperti ini, ia menilai peran wasit menjadi sangat krusial. Lefundes berharap perangkat pertandingan mampu menjaga netralitas dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pemain maupun kondisi pertandingan.
“Pihak perwasitan perlu memiliki pengawasan lebih besar. Wasit tidak boleh terbawa emosi atau tekanan yang dibawa pemain ke dalam lapangan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pengalaman pada pertandingan sebelumnya yang dinilai menunjukkan bagaimana keputusan wasit bisa dipengaruhi situasi di lapangan. Bahkan, ia mengaku kecewa dengan kartu yang diterima salah satu pemainnya yang dianggap merugikan tim.
Selain itu, Lefundes mempertanyakan penunjukan wasit yang sama dalam satu putaran pertandingan. Menurutnya, hal tersebut cukup janggal dan menimbulkan tanda tanya mengenai distribusi perangkat pertandingan di kompetisi.
