RADARCIREBON.TV- Laga panas bakal tersaji di pekan ke-34 Liga Italia musim 2025/2026 saat AC Milan menjamu Juventus di San Siro. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2026 pukul 01.45 WIB dan bisa disaksikan lewat live streaming di Vidio. Buat pecinta Serie A, duel ini jelas nggak boleh dilewatkan karena punya banyak kepentingan, terutama di papan atas klasemen.
Pertandingan ini bukan sekadar soal gengsi dua tim besar Italia, tapi juga sangat berpengaruh dalam perebutan posisi empat besar. Bahkan, hasil laga ini juga bisa ikut menentukan kapan gelar juara alias Scudetto dikunci.
AC Milan datang dengan tekanan yang cukup berat. Kalau rival sekota mereka, Inter Milan, berhasil menang lebih dulu, maka Milan wajib menang atas Juventus kalau nggak mau melihat Inter merayakan gelar lebih cepat. Masalahnya, performa Milan belakangan ini lagi naik turun.
Baca Juga:Kabar Buruk Barcelona! Lamine Yamal Cedera, Absen Hingga Akhir MusimJadwal Liga Inggris 25–28 April 2026: Arsenal vs Newcastle Live SCTV, City Kudeta Puncak!
Dalam dua bulan terakhir, permainan Rossoneri terlihat kurang konsisten. Meski sempat menang tipis 1-0 atas Hellas Verona di laga sebelumnya, performa itu belum benar-benar meyakinkan.
Masalah utama mereka ada di lini depan yang kurang tajam. Dalam 10 pertandingan terakhir, rata-rata Milan cuma mencetak satu gol per laga—angka yang cukup rendah untuk tim sekelas mereka.
Meski begitu, pelatih Massimiliano Allegri tetap membawa dampak positif. Perolehan poin Milan musim ini sebenarnya lebih baik dibanding periode yang sama musim lalu. Selain itu, posisi mereka di zona Liga Champions juga relatif aman dengan keunggulan poin yang cukup jauh dari pesaing di bawahnya.
Di sisi lain, Juventus justru datang dengan kepercayaan diri tinggi. Performa mereka lagi menanjak dan terlihat lebih stabil. Tim asuhan Luciano Spalletti berhasil memanfaatkan inkonsistensi tim lain seperti AS Roma untuk menembus empat besar.
Sejak ditangani Spalletti, Juventus menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata poin mereka hampir menyentuh dua per pertandingan, bahkan hanya kalah dari Inter dalam periode tersebut. Dari enam laga terakhir di liga, mereka menang lima kali dan cuma kebobolan satu gol—catatan yang menunjukkan kuatnya lini pertahanan mereka.
