RADARCIREBON.TV – Tim putri Indonesia berhasil menjaga peluang menjadi juara Grup C Piala Uber 2026 setelah pasangan muda Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat menghadapi Taiwan. Kemenangan penting tersebut membuat penentuan juara grup harus ditentukan melalui partai kelima.
Bertanding di Horsens, Denmark, Selasa, Rachel/Febi tampil penuh perjuangan saat menghadapi pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun. Sempat kehilangan gim pertama, wakil Indonesia akhirnya mampu bangkit dan meraih kemenangan dramatis dengan skor 11-21, 22-20, dan 21-16.
Hasil tersebut menjadi penentu penting bagi tim Merah Putih yang sebelumnya berada dalam posisi tertinggal. Dengan kemenangan ini, asa Indonesia untuk merebut posisi puncak klasemen Grup C tetap terbuka lebar.
Baca Juga:Lazio dan Udinese Berbagi Poin Usai Bermain Imbang 3-3 di Serie AAna/Rachel Sempurnakan Kemenangan Indonesia 5-0 atas Australia di Uber Cup 2026
Usai pertandingan, Rachel mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menyelesaikan laga tanpa cedera. Ia juga mengakui bahwa tekanan besar sangat terasa sejak awal pertandingan, terutama karena situasi tim sedang membutuhkan kemenangan.
Menurut Rachel, ketegangan yang dirasakan membuat permainan mereka belum berkembang dengan baik pada gim pertama. Banyak kesalahan sendiri terjadi sehingga pasangan Taiwan mampu menguasai jalannya pertandingan dan merebut set pembuka dengan cukup mudah.
Memasuki gim kedua, Rachel dan Febi mulai berusaha menenangkan diri dan memperbaiki ritme permainan. Mereka fokus untuk lebih nyaman dalam bermain dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Perlahan, pasangan Indonesia mulai menemukan pola permainan yang tepat. Mereka juga mampu mengimbangi permainan cepat yang menjadi andalan lawan, meskipun tekanan dari pasangan Taiwan tetap terasa sangat kuat.
Rachel menilai lawan memiliki kecepatan bola yang tinggi dan cukup sulit untuk dimatikan. Hal itu membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan fokus dan menjaga konsistensi permainan sepanjang laga.
Sementara itu, Febi mengungkapkan bahwa pada gim kedua mereka sempat kehilangan fokus saat sudah berada dalam posisi unggul. Situasi tersebut membuat lawan mampu mengejar angka dan pertandingan kembali berjalan ketat.
Namun, pada poin-poin krusial, mereka berhasil bangkit dengan mengembalikan fokus serta bermain lebih berani dan percaya diri. Mental tersebut menjadi kunci kemenangan hingga akhirnya berhasil memaksakan rubber game dan menutup laga dengan kemenangan.
