RADARCIREBON.TV – Babak pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 antara Atlético Madrid melawan Arsenal berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu di Riyadh Air Metropolitano, Rabu (30/4/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Arsenal dicetak Viktor Gyokeres pada menit ke-44 setelah memanfaatkan umpan terobosan matang dari Martin Odegaard. Gol tersebut menjadi pembeda dalam duel babak pertama yang berlangsung sengit dan penuh tekanan sejak menit awal.
Atletico Madrid tampil agresif sejak kick-off dimulai. Dukungan penuh suporter tuan rumah membuat pasukan Diego Simeone langsung berusaha menekan Arsenal lewat permainan cepat dan pressing ketat di area pertahanan lawan.
Baca Juga:Gila! Lini Belakang Rapuh, Atletico Madrid Kebobolan 26 Gol, Alarm Bahaya Jelang Lawan Arsenal!Adu Gaya! Filosofi Simeone vs Arteta Jadi Penentu Nasib Atletico Madrid di Semifinal
Peluang pertama Atletico hadir pada menit ke-10 melalui kombinasi Antoine Griezmann dan Julian Alvarez. Namun penyelesaian akhir Alvarez masih mampu diamankan dengan baik oleh David Raya yang tampil tenang di bawah mistar Arsenal.
Tidak lama berselang, Atletico kembali mengancam lewat Rodrigo De Paul. Gelandang asal Argentina itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang.
Arsenal yang sempat berada di bawah tekanan perlahan mulai mampu keluar dari permainan agresif Atletico Madrid. Tim asuhan Mikel Arteta mulai menguasai bola dan memainkan tempo pertandingan sesuai gaya mereka.
Martin Odegaard menjadi pusat permainan Arsenal di lini tengah. Kapten The Gunners itu tampil impresif dengan umpan-umpan pendek yang mampu membuka ruang di pertahanan Atletico Madrid.
Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli juga beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah lewat kecepatan mereka di sisi sayap. Keduanya aktif melakukan penetrasi dan memaksa lini belakang Atletico bermain lebih disiplin.
Pada menit ke-27, Arsenal hampir membuka keunggulan. Kai Havertz menerima umpan matang dari Odegaard di dalam kotak penalti. Sayangnya sepakan pemain asal Jerman itu masih melambung di atas mistar gawang Jan Oblak.
Pertandingan kemudian berjalan semakin keras memasuki pertengahan babak pertama. Wasit beberapa kali menghentikan pertandingan akibat duel keras yang terjadi di lini tengah. Declan Rice dan Rodrigo De Paul menjadi dua pemain yang paling sering terlibat benturan dalam perebutan bola.
