RADARCIREBON.TV – Laga panas tersaji di Lampung saat Bhayangkara Presisi menjamu Persib Bandung dalam duel papan atas, peringkat ke-4 melawan peringkat ke-2. Namun alih-alih berjalan seimbang, hingga menit ke-15 justru menghadirkan kejutan besar: Persib dibuat kelimpungan oleh agresivitas tuan rumah sejak detik pertama.
Baru enam menit pertandingan berjalan, gawang Persib yang dikawal Teja Paku Alam sudah jebol. Cedric Henry menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Maung Bandung lewat gol cepat yang lahir dari tekanan tinggi tanpa kompromi. Skema serangan Bhayangkara terlihat matang, langsung menusuk, cepat, dan tanpa memberi ruang bagi Persib untuk bernapas.
Gol tersebut sontak membungkam Bobotoh. Ekspektasi bahwa Persib akan mendominasi justru berbalik arah. Bhayangkara tampil lebih lapar, lebih siap, dan jauh lebih berani dalam duel-duel awal.
Baca Juga:Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persib Bandung: Maung Bandung Wajib Bangkit di Tengah TekananPersib Wajib Waspada! 4 Pemain Bhayangkara FC Ini Siap Ancam Persib Bandung
Tekanan tidak berhenti di situ. Hanya berselang beberapa menit, Bhayangkara hampir menggandakan keunggulan. Marc Klok dipaksa bekerja ekstra keras setelah lini belakang Persib kembali ditembus. Intersep krusialnya menjadi penyelamat sementara dari potensi kebobolan kedua.
Namun ancaman terbesar datang di menit ke-8. Cedric Henry kembali menunjukkan kelasnya lewat aksi solo run yang memukau. Ia sukses melewati Teja Paku Alam dalam situasi satu lawan satu. Stadion sempat menahan napas, tetapi keberuntungan masih berpihak pada Persib, bola hasil eksekusinya hanya membentur tiang gawang. Sebuah peringatan keras bahwa pertahanan Persib sedang dalam kondisi rapuh.
Hingga menit ke-15, Bhayangkara masih tampil dominan. Intensitas permainan mereka membuat Persib kesulitan mengembangkan pola. Build-up yang biasanya rapi justru terputus di lini tengah akibat pressing ketat tuan rumah.
Persib bukannya tanpa perlawanan. Adam Alis mencoba mengatur tempo, Andrew Jung berusaha membuka ruang, sementara Marc Klok beberapa kali naik membantu serangan. Namun upaya-upaya tersebut belum cukup tajam untuk menembus pertahanan disiplin Bhayangkara.
Situasi ini menjadi alarm serius bagi Persib. Sebagai tim peringkat kedua, performa mereka di awal laga justru jauh dari kata meyakinkan. Koordinasi lini belakang terlihat goyah, sementara transisi dari bertahan ke menyerang berjalan lambat.
