RADARCIREBON.TV- Tiga pembalap Indonesia—Sean Gelael, Fitra Eri, dan David Tjiptobiantoro—lagi-lagi jadi sorotan jelang balapan akhir pekan di Pertamina Mandalika International Circuit. Dalam sesi press conference, mereka berbagi cerita dan pandangan soal balapan yang bakal digelar.
Sean bakal turun di ajang GT World Challenge Asia, sementara Fitra Eri ikut meramaikan Subaru BRZ Super Series sebagai balapan pendukung. Nah, beda lagi dengan David—meski biasanya jadi langganan di GT World Challenge Asia, tahun ini dia memutuskan absen dari seri Mandalika.
Ngomongin soal sirkuit Mandalika, ketiganya sepakat kalau lintasan ini punya karakter yang unik banget. Bayangin aja, kombinasi tikungan cepat, teknis, plus pemandangan laut yang keren—bikin pengalaman balap jadi beda dari yang lain.
Baca Juga:Jay Idzes Soroti Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026: Duel Panas yang Wajib Ditonton!Media Vietnam Remehkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Singgung Absennya Pemain Eropa
Menurut Sean, Mandalika itu tipe sirkuit high speed yang seru tapi tetap menantang, apalagi buat mobil GT3. Dia bilang balapan di sini selalu “nagih” karena layout-nya asyik dan view-nya juga nggak kalah menarik.
Fitra Eri juga punya kesan yang mirip. Walaupun awalnya sirkuit ini dibuat untuk MotoGP, ternyata cocok juga buat balap mobil. Dari tikungan cepat sampai yang pelan, semuanya ada. Ditambah lagi suasana pantai dan bukit di sekitar lintasan bikin pengalaman balap makin spesial.
Menariknya, Fitra datang lebih awal ke Mandalika tahun ini. Tujuannya simpel: biar makin adaptasi, apalagi dia harus menaklukkan mobil penggerak roda belakang yang punya tantangan tersendiri.
Sementara itu, David Tjiptobiantoro memastikan dirinya nggak ikut balapan kali ini. Alasannya karena kesibukan bisnis yang nggak bisa ditinggal. Meski begitu, dia tetap datang ke Mandalika buat kasih dukungan langsung, terutama ke Sean.
David juga menilai kehadiran event internasional seperti ini penting banget buat perkembangan dunia balap di Indonesia. Jadi meskipun nggak turun lintasan, dia tetap ikut “berperan” dari luar.
Balik lagi ke Sean, dia juga sempat bahas soal tantangan teknis di Mandalika. Menurutnya, setting mobil jadi kunci utama karena harus bisa menyesuaikan antara tikungan cepat dan lambat. Belum lagi kondisi lintasan yang bisa berubah-ubah selama sesi balap—itu juga harus diperhitungkan matang.
