RADARCIREBON.TV – Situasi panas terjadi di internal PSBS Biak jelang pertandingan melawan Dewa United pada pekan ke-32 Super League Indonesia 2025/2026. Para pemain dikabarkan mengancam mogok bertanding akibat gaji yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Krisis tersebut mencuat setelah para pemain menggelar pertemuan dengan manajer tim, staf ofisial, dan pelatih pada Selasa malam 5 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, para pemain sepakat tidak akan tampil melawan Dewa United jika hak mereka belum dilunasi oleh manajemen klub.
Ancaman mogok ini tentu menjadi pukulan besar bagi PSBS Biak yang tengah bersiap menghadapi akhir musim kompetisi. Situasi ruang ganti tim juga disebut memanas karena para pemain mulai kehilangan kesabaran.
Baca Juga:Prediksi Semen Padang Vs Persik Kediri: Tuan Rumah Sulit Hentikan Tren NegatifSemen Padang Resmi Degradasi, Laga Lawan Persik Jadi Kesempatan Obati Luka Suporter
Manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, membenarkan adanya ancaman mogok dari skuadnya. Ia mengaku akan segera menyampaikan persoalan tersebut kepada jajaran direksi agar masalah bisa cepat diselesaikan.
“Iya benar. Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial,” ujar Alex Yarangga.
Menurut Alex, kondisi ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena kompetisi musim ini akan segera berakhir. Ia berharap manajemen bisa segera menemukan solusi agar situasi tim kembali kondusif.
Tak hanya mengancam mogok bertanding, para pemain PSBS Biak juga disebut siap menghentikan sesi latihan resmi apabila hingga Kamis 7 Mei 2026 belum ada pembayaran dari pihak klub.
Pemain senior PSBS, Nelson Alom, menegaskan bahwa seluruh pemain telah sepakat meminta manajemen segera melunasi tunggakan gaji sebelum pertandingan melawan Dewa United digelar.
“Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa,” kata Nelson Alom.
Selain menuntut pembayaran gaji, para pemain juga meminta agar dana yang nantinya masuk ke klub diprioritaskan terlebih dahulu untuk hak pemain dan ofisial. Pernyataan tersebut menunjukkan situasi internal PSBS saat ini benar-benar sedang tidak baik.
Baca Juga:Persik Kediri Lagi Panas! Semen Padang Terancam Kembali Terpuruk di KandangBorneo FC Tempel Ketat Persib, Fabio Lefundes Kirim Ancaman di Perebutan Gelar Super League
Menariknya, Nelson juga menyampaikan bahwa para pemain tidak ingin pelatih Marian Mihail kembali menangani tim. Pernyataan itu semakin memperlihatkan adanya konflik internal yang cukup serius di tubuh klub asal Papua tersebut.
