RADARCIREBON.TV – Kasus Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Kesehatan RI mengungkap adanya 23 kasus positif di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Data Kemenkes menunjukkan penyebaran kasus hantavirus telah ditemukan di sembilan provinsi di Indonesia. Meski jumlahnya belum tergolong tinggi, tingkat kematian yang mencapai sekitar 13 persen membuat penyakit ini tetap perlu diwaspadai masyarakat.
Seluruh kasus yang ditemukan di Indonesia diketahui berasal dari jenis Seoul virus, berbeda dengan Andes virus yang sempat menjadi perhatian dunia karena diduga dapat menular antar manusia dalam kasus kapal pesiar MV Hondius.
Baca Juga:Waspada Hantavirus Muncul Lagi, Kasus Global Jadi Sorotan dan Picu Kekhawatiran BaruRekor Timnas Indonesia U-17 di Laga Kedua Piala Asia, Qatar Bisa Jadi Titik Penentu
Menurut penjelasan Kemenkes, penularan hantavirus di Indonesia sebagian besar berasal dari tikus dan celurut yang terinfeksi. Virus dapat menyebar melalui gigitan hewan, air liur, urine, kotoran, hingga debu yang terkontaminasi lalu terhirup manusia.
Pola penularan ini membuat area lembap, gudang tertutup, rumah kosong, hingga lingkungan dengan populasi tikus tinggi menjadi lokasi yang rawan. Virus seakan “menumpang” pada debu halus yang sulit terlihat mata, lalu masuk melalui saluran pernapasan.
Berikut daftar wilayah yang tercatat memiliki kasus hantavirus:
- DI Yogyakarta
- Jawa Barat
- DKI Jakarta
- Sulawesi Utara
- NTT
- Sumatera Barat
- Banten
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
Kasus paling banyak tercatat pada tahun lalu dengan total 17 kasus. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus, dan hingga awal 2026 sudah ada tambahan lima kasus baru.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut sebagian besar pasien berhasil sembuh setelah mendapat penanganan medis.
“23 positif tapi 20 sembuh, tiga meninggal,” ujarnya.
Kemenkes juga menegaskan bahwa risiko masuknya Andes virus ke Indonesia masih tergolong rendah. Jenis virus tersebut umumnya ditemukan di wilayah Amerika Selatan dan kasus penularan antar manusia masih sangat jarang terjadi.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena hantavirus dapat memicu komplikasi serius seperti gagal ginjal, gangguan paru-paru, hingga kegagalan multiorgan. Pada beberapa pasien, kondisi menjadi lebih berat akibat penyakit penyerta seperti kanker hati atau gangguan kesehatan lain.
