Jenis Hewan Pembawa Hantavirus dan Cara Penularannya yang Perlu Diketahui Masyarakat

Jenis Hewan Pembawa Hantavirus dan Cara Penularannya yang Perlu Diketahui Masyarakat
Ilustrasi hantavirus. (Sumber: pinterest)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan infeksi yang dikaitkan dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius. Organisasi kesehatan global ikut memantau perkembangan kasus ini karena virus tersebut dikenal dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga komplikasi serius pada organ tubuh manusia. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan juga mencatat puluhan kasus hantavirus dalam beberapa tahun terakhir sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang berasal dari hewan pengerat. Virus ini tidak menyebar melalui udara bebas seperti flu biasa, melainkan berasal dari partikel kecil yang terkontaminasi urine, air liur, maupun kotoran hewan pembawa virus. Saat partikel tersebut terhirup manusia, risiko infeksi dapat meningkat, terutama di area yang kotor dan jarang dibersihkan.

Beberapa jenis hewan yang diketahui dapat membawa hantavirus antara lain tikus liar, hamster, tupai, hingga marmut. Namun, tikus tetap menjadi sumber penularan paling umum di berbagai negara. Hewan-hewan tersebut biasanya hidup di gudang, area lembap, tempat penyimpanan makanan, loteng rumah, hingga lingkungan yang minim sanitasi. Virus dapat bertahan pada permukaan yang terkena kotoran hewan pengerat sehingga risiko penularannya cukup tinggi bila kebersihan lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Baca Juga:Mulai 1 Juni 2026, Bansos di 42 Kota RI Beralih ke Digital, Data Warga Akan Dicek Lebih KetatPelatih Persija Blak-blakan Soal Ambisi Kalahkan Persib di Samarinda, Suporter Auto Penasaran

Penularan hantavirus paling sering terjadi ketika seseorang membersihkan area yang terkontaminasi tanpa alat pelindung. Banyak orang tidak sadar bahwa menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering justru dapat membuat partikel virus beterbangan ke udara dan terhirup. Selain itu, seseorang juga bisa tertular melalui kontak langsung dengan air liur atau urine hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus tertentu, gigitan tikus juga dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh manusia.

Gejala hantavirus sering kali menyerupai flu pada tahap awal sehingga banyak penderita terlambat menyadari infeksi tersebut. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, hingga mual dan muntah. Pada kondisi yang lebih berat, virus dapat menyebabkan gangguan ginjal maupun gangguan pernapasan serius yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Ada pula jenis komplikasi lain bernama Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal dan memicu perdarahan.

0 Komentar