Mengenal Hantavirus: Cara Penularan, Gejala, dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Hantavirus
Hantavirus di Indonesia foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kasus dugaan infeksi Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah beberapa pelancong dilaporkan meninggal di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Otoritas kesehatan internasional menyebut risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah, tetapi virus ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal.

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Virus ini umumnya berasal dari tikus, mencit, atau hewan pengerat lain yang membawa virus melalui urine, air liur, dan kotorannya. Manusia bisa terinfeksi ketika menghirup debu yang telah terkontaminasi partikel virus, terutama di ruangan tertutup atau area yang jarang dibersihkan.

Penularan paling sering terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, atau tempat yang menjadi sarang tikus tanpa perlindungan memadai. Debu yang mengandung virus dapat beterbangan seperti “kabut tak terlihat” lalu masuk melalui saluran pernapasan.

Baca Juga:Waspada Hantavirus Muncul Lagi, Kasus Global Jadi Sorotan dan Picu Kekhawatiran BaruRekor Timnas Indonesia U-17 di Laga Kedua Piala Asia, Qatar Bisa Jadi Titik Penentu

Selain lewat udara, hantavirus juga bisa masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Dalam kasus tertentu, gigitan hewan terinfeksi juga dapat menyebabkan penularan.

Gejala hantavirus sering kali menyerupai flu biasa pada tahap awal sehingga kerap tidak disadari. Penderita biasanya mengalami:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan punggung
  • Nyeri perut
  • Tubuh lemas
  • Mual atau muntah

Namun pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru serius atau gagal ginjal akut. Beberapa jenis hantavirus bahkan memiliki tingkat kematian cukup tinggi, terutama strain yang menyerang sistem pernapasan.

Di Amerika Utara dan Selatan, hantavirus dapat menyebabkan sindrom paru yang memicu penumpukan cairan di paru-paru dan sesak napas berat. Kondisi ini memiliki tingkat fatalitas sekitar 30 hingga 40 persen. Sementara jenis yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia lebih sering menyerang ginjal.

Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa penularan antar manusia sangat jarang terjadi. Hingga kini, hanya virus Andes di Amerika Selatan yang diduga memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia, meski bukti ilmiahnya masih terus diteliti.

0 Komentar