Musim ini memang menjadi salah satu periode paling buruk dalam sejarah klub tersebut. Selain terjebak di papan bawah hampir sepanjang musim, NAC Breda juga beberapa kali mengalami masalah internal dan tekanan dari pendukung sendiri.
Pertandingan melawan Heerenveen bahkan sempat dihentikan sementara akibat ulah suporter yang membuat jalannya laga terganggu.
Pelatih NAC Breda, Carl Hoefkens, mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir musim ini. Ia menyebut timnya sebenarnya sudah bekerja keras untuk menghindari degradasi.
Baca Juga:Siaran Langsung Pertandingan Timnas U17 Indonesia vs Jepang Piala Asia U17 2026, Live Eksklusif di RCTICara John Herdman Persiapkan Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027: Gabungkan Pemain Lokal Terbaik dan Diaspora
“Saya pikir kami telah bekerja sangat keras untuk menghindari skenario ini. Ketika pada akhirnya terbukti benar, sangat sulit untuk menerimanya,” ujar Hoefkens kepada ESPN.
Ia juga menyoroti hasil pertandingan Volendam kontra Excelsior yang menurutnya terasa aneh dan kurang mencerminkan persaingan fair play.
Dengan hasil ini, NAC Breda dipastikan harus memulai ulang perjalanan mereka dari kasta kedua Liga Belanda musim depan. Sementara drama passportgate Dean James kini justru kembali menjadi bahan sindiran setelah klub tersebut gagal bertahan di Eredivisie.
