Emas Makin Diburu! Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 47 Persen, Emas Batangan dan Koin Jadi Incaran

Emas
Ilustrasi Tumpukan Emas Batangan dan Koin emas (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Laporan Gold Demand Trends Q1 2026 dari World Gold Council mencatat total permintaan emas global, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.231 ton pada kuartal I-2026. Angka tersebut naik 2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Permintaan emas melonjak tajam sebesar 74% dari periode sebelumnya menjadi 193 miliar dolar AS, naik sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan permintaan didorong meningkatnya minat investor ritel terhadap emas sebagai aset safe haven di tengah momentum kenaikan harga dan ketidakpastian global. Permintaan emas batangan dan koin tercatat naik 42 persen yoy menjadi 474 ton.

Baca Juga:Shakira, BTS, dan Madonna Dikabarkan Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 202610 Saham Terboncos dan Paling Cuan Pekan Ini, Tiga Di Antaranya Milik Orang Terkaya RI

Permintaan di China melonjak 67 persen yoy menjadi 207 ton dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah secara kuartalan. Kenaikan juga terjadi di sejumlah pasar Asia lain, seperti India, Korea Selatan, dan Jepang.

Selain Asia, permintaan emas batangan dan koin di Amerika Serikat dan Eropa masing-masing meningkat 14 persen dan 50 persen.

1. Permintaan emas di Indonesia naik 47 persen

Di Indonesia, permintaan emas batangan dan koin meningkat 47 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut disebut mencerminkan tren global yang menunjukkan emas masih dipilih investor sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi.

Dalam laporan itu disebutkan, emas selama ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat Indonesia, termasuk saat terjadi pelemahan rupiah dan tekanan pasar. Pada krisis finansial Asia 1997-1998, emas disebut menjadi salah satu instrumen yang membantu mempertahankan nilai kekayaan masyarakat ketika rupiah terdepresiasi tajam.

Pada 2025, performa emas juga tercatat melampaui mayoritas saham domestik dan global serta obligasi berbasis rupiah. Sementara pada kuartal I-2026, harga emas naik 14 persen dalam denominasi rupiah ketika pasar saham domestik terkoreksi hingga 13 persen.

World Gold Council juga mencatat rata-rata pertumbuhan emas dalam rupiah mencapai sekitar 15 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir. Berdasarkan analisis lembaga tersebut, alokasi emas sebesar 2,5 persen dinilai dapat membantu meningkatkan diversifikasi portofolio investor Indonesia.

2. Permintaan ETF emas fisik masih tumbuh

Permintaan exchange traded fund (ETF) emas berbasis fisik tetap tumbuh pada kuartal I-2026 dengan kenaikan kepemilikan global sebesar 62 ton. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang bursa-bursa Asia yang mencatat tambahan 84 ton sepanjang kuartal pertama. Namun, arus keluar dana pada Maret 2026, khususnya dari ETF yang tercatat di Amerika Serikat, menahan laju pertumbuhan yang sebelumnya cukup kuat di awal tahun.

0 Komentar