Premier League Makin Kacau! Trik Set-Piece Arsenal Bikin Kontroversi, Wasit Kewalahan

Arsenal
Premier League Makin Kacau! Trik Set-Piece Arsenal Bikin Kontroversi Foto: @arsenal
0 Komentar

Fokus utama akhirnya tertuju pada duel Pablo dengan David Raya. Pablo dinilai menghalangi pergerakan kiper Arsenal dengan menahan lengannya secara langsung.

Tangan kanan Raya tertahan tubuh Pablo, sementara lengan kirinya juga dipegang. VAR menilai kontak ini secara langsung memengaruhi kemampuan Raya memainkan bola.

Pada saat bersamaan, Declan Rice juga terlihat memegang Konstantinos Mavropanos. Tapi VAR memprioritaskan pelanggaran yang paling berdampak, yaitu gangguan terhadap Raya.

Baca Juga:Arsenal dalam Tekanan Besar! West Ham Bisa Jadi Penghancur Mimpi Juara Premier League 10 Mei 2026Mikel Arteta Mulai Disorot Jelang Akhir Premier League 2026, Arsenal Dinilai Masih Punya Masalah di Laga Krusi

Arsenal dan Revolusi Set-Piece Modern

Arsenal menjadi simbol dominasi bola mati di Premier League musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta dikenal agresif memenuhi area enam yard lawan.

Tujuannya jelas: menciptakan ruang dan mengganggu kiper lawan. Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru. Tony Pulis dan Sam Allardyce sudah melakukannya dulu.

Tapi Arsenal membawanya ke level berbeda lewat detail taktik modern. Nicolas Jover sebagai pelatih set-piece memberi dimensi baru.

Umpan lambung ke area padat di depan gawang menjadi pola paling sering digunakan. Arsenal juga punya pengirim bola berkualitas seperti Declan Rice dan Bukayo Saka.

Ancaman udara Gabriel membuat pola itu semakin efektif. Keberhasilan Arsenal akhirnya diikuti banyak klub lain seperti Manchester United, Chelsea, dan Tottenham.

Premier League Kehilangan Kendali?

Meningkatnya duel fisik saat corner kick membuat banyak pihak merasa wasit mulai kehilangan kontrol. Everton manager David Moyes bahkan pernah mengatakan wasit kini enggan terlibat.

Fenomena ini ternyata bukan hanya masalah Premier League. Kepala wasit UEFA Roberto Rosetti juga memberi perhatian khusus pada tekanan yang diterima kiper.

Baca Juga:Prediksi Skor Osasuna vs Atletico Madrid: Los Rojillos Incar Kejutan di El SadarPrediksi Susunan Pemain Osasuna vs Atletico Madrid: Kiper Cadangan Jadi Starter, Alvarez Absen

Musim ini sudah ada 17 penalti yang diberikan karena aksi tarik-menarik dan dorong-mendorong. Lima di antaranya lahir lewat intervensi VAR.

Tapi gol West Ham menjadi satu-satunya gol musim ini yang dianulir karena pelanggaran dalam duel fisik saat set-piece setelah pemeriksaan VAR.

Usulan Perubahan Aturan Mulai Bermunculan

Situasi yang semakin kacau membuat ide perubahan aturan mulai dibahas. Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, punya usulan.

Cann mengusulkan agar pemain menyerang dilarang masuk ke area enam yard sebelum sepak pojok diambil. Aturan ini bisa menciptakan jarak alami dan mengurangi duel fisik berlebihan.

0 Komentar