Premier League Makin Kacau! Trik Set-Piece Arsenal Bikin Kontroversi, Wasit Kewalahan

Arsenal
Premier League Makin Kacau! Trik Set-Piece Arsenal Bikin Kontroversi Foto: @arsenal
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Premier League musim ini terasa berbeda. Bukan hanya soal gol-gol indah atau persaingan gelar yang ketat, tapi drama yang muncul dari situasi bola mati.

Setiap kali ada sepak pojok, kotak penalti berubah jadi arena gulat. Dorongan, tarikan jersey, kunci tubuh, hingga pemain yang terjatuh kini menjadi pemandangan biasa.

Puncaknya terjadi saat Arsenal menang tipis 1-0 atas West Ham dalam laga yang diwarnai kontroversi VAR. Gol West Ham dianulir setelah pemeriksaan panjang. Keputusan ini kembali memicu perdebatan sengit.

Baca Juga:Arsenal dalam Tekanan Besar! West Ham Bisa Jadi Penghancur Mimpi Juara Premier League 10 Mei 2026Mikel Arteta Mulai Disorot Jelang Akhir Premier League 2026, Arsenal Dinilai Masih Punya Masalah di Laga Krusi

Gol Dianulir yang Bikin Heboh

Kejadian bermula ketika Jarrod Bowen mengirim sepak pojok ke kotak penalti Arsenal. Situasi di depan gawang langsung kacau. Banyak pemain saling tarik dan dorong.

Bola akhirnya jatuh ke Callum Wilson. Ia sukses menembakkannya ke gawang. Para pemain West Ham sempat merayakan gol penyama kedudukan.

Tapi VAR Darren England melakukan pemeriksaan panjang. Keputusan akhirnya berpihak ke Arsenal. VAR menilai Pablo melakukan pelanggaran terhadap kiper David Raya sebelum bola masuk.

Insiden ini menjadi rumit karena ada lima potensi pelanggaran berbeda dalam satu rangkaian permainan. VAR harus menentukan pelanggaran mana yang paling berdampak.

Ironisnya, Arsenal sendiri adalah tim paling mematikan dari situasi bola mati musim ini. Sebanyak 21 dari 68 gol liga mereka lahir dari set-piece.

Lima Pelanggaran yang Diperiksa VAR

Potensi pertama terjadi antara Tomas Soucek dan Kai Havertz di tiang dekat. Soucek terlihat naik ke punggung Havertz sebelum pemain Arsenal itu terjatuh.

Tapi VAR menilai Havertz tidak berada di area jatuhnya bola. Ia tidak benar-benar kehilangan peluang memainkan bola. Insiden ini dianggap tidak cukup untuk pelanggaran.

Baca Juga:Prediksi Skor Osasuna vs Atletico Madrid: Los Rojillos Incar Kejutan di El SadarPrediksi Susunan Pemain Osasuna vs Atletico Madrid: Kiper Cadangan Jadi Starter, Alvarez Absen

Duel kedua melibatkan Martin Odegaard dan Jean-Clair Todibo. Keduanya saling memegang satu sama lain. Wasit biasanya membiarkan situasi seperti ini berjalan.

Ketiga, Leandro Trossard berduel dengan Pablo. Trossard sempat memegang pinggang Pablo saat bek West Ham itu mencoba bergerak ke arah bola.

VAR menilai Pablo masih bisa bergerak dan tidak dijatuhkan secara jelas. Insiden itu tidak dianggap cukup kuat untuk penalti.

0 Komentar