Ginting Jujur Usai Tersingkir di Thailand Open: Masih Sulit Ikuti Perubahan Pemain Top Dunia, Banyak yang Haru

Ginting
Ginting Jujur Usai Tersingkir di Thailand Open Foto: @sinisukanthony
0 Komentar

“Setelah interval, dia mengubah pola permainan. Saya kurang cepat dan tepat dalam mengantisipasi perubahannya,” akunya.

Syukur Bisa Kembali Bertanding

Meski kalah, Ginting tetap bersyukur. Ia sadar bahwa lawan yang dihadapinya adalah tunggal putra nomor satu dunia saat ini.

“Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah juga hari ini, langsung ketemu Shi Yu Qi,” ujar pemain asal Cimahi, Jawa Barat itu.

Baca Juga:Jadwal Lengkap Thailand Open 2026: Anthony Ginting dan Sabar/Reza Siap Tempur di BangkokJadwal Badminton Thailand Open 2026 Hari Ini 13 Mei: Main Jam berapa dan Live TV Mana atau Streaming?

Apalagi Ginting baru saja kembali dari masa pemulihan cedera panjang. Ia absen lebih dari satu tahun dari turnamen internasional.

Bisa tampil lagi di level internasional adalah sebuah berkah tersendiri. Tapi tentu, targetnya bukan hanya tampil, tapi juga meraih hasil maksimal.

Evaluasi Besar untuk Ginting

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Ginting yang sedang berupaya menemukan kembali performa terbaiknya. Tantangan yang dihadapi tidak hanya soal pemulihan fisik.

Lebih dari itu, ia harus bisa beradaptasi dengan tekanan dan perubahan tempo permainan dari pemain papan atas dunia.

Ginting sendiri tidak menutup mata. Ia sadar bahwa masih banyak yang harus ditingkatkan.

“Masih ada yang harus ditingkatkan,” katanya singkat.

Ungkapan ini menunjukkan bahwa Ginting tidak puas dengan performanya saat ini. Ia ingin lebih baik, lebih cepat membaca permainan, dan lebih tajam dalam mengambil keputusan.

Perjalanan Masih Panjang

Ketika ditanya soal hasil drawing Thailand Open yang langsung mempertemukannya dengan Shi Yu Qi di babak pertama, Ginting mengaku ini adalah tantangan.

“Kita hanya bisa menjalani, tapi persiapan sudah,” ujarnya.

Baca Juga:Prediksi Skor Lazio vs Inter Milan di Final Coppa Italia: I Nerazzurri di Ambang Double Winner, Lazio BertahanBukan Akhir! Kurniawan Dwi Yulianto Beri Pesan Mengharukan ke Pemain Usai Indonesia U-17 Gagal di Piala Asia

Meski hasilnya tidak sesuai harapan, Ginting tetap terlihat positif. Baginya, setiap pertandingan melawan pemain top adalah pelajaran berharga.

Satu per satu kelemahan akan diketahui. Satu per satu akan ia perbaiki di latihan selanjutnya.

Dukungan kepada Ginting perlu terus mengalir. Ia masih jadi andalan utama tunggal putra Indonesia di berbagai ajang bergengsi.

Thailand Open 2026 mungkin berakhir lebih cepat. Tapi masih ada turnamen lain. Masih ada Piala Asia, masih ada Olimpiade.

Ginting masih punya waktu. Ia masih bisa belajar. Ia masih bisa bangkit.

0 Komentar