Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Inter. Keunggulan dua gol membuat Nerazzurri tampil semakin percaya diri.
Lazio terlihat frustrasi. Mereka kesulitan mengembangkan permainan hingga turun minum. Babak pertama ditutup dengan keunggulan dua gol untuk Inter.
Babak Kedua: Lazio Berusaha Bangkit, Tapi Inter Terlalu Kuat
Memasuki paruh kedua, Lazio mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mereka sadar bahwa ini adalah pertandingan terakhir untuk menyelamatkan musim.
Baca Juga:Inter Milan Juara Coppa Italia 2026 Setelah Kalahkan Lazio 2-0 di FinalPrediksi Susunan Pemain Lazio vs Inter Milan di Final Coppa Italia: Chivu Bawa 3-5-2 Andalannya, Sarri Andalka
Tijjani Noslin sempat memperoleh peluang emas. Namun, upayanya masih melebar tipis dari gawang Inter. Dukungan suporter kembali bergemuruh, memberi semangat tambahan.
Meski unggul, Inter tidak tinggal diam. Mereka tetap berbahaya lewat skema serangan balik cepat.
Luis Henrique hampir memperbesar keunggulan setelah menerima umpan dari Dimarco. Tapi tembakannya masih melambung di atas mistar.
Kesempatan Piotr Zielinski dari luar kotak penalti juga belum membuahkan hasil. Bola masih bisa diamankan kiper Lazio.
Lazio sempat mendapat peluang untuk memperkecil skor lewat Boulaye Dia. Tapi Josep Martinez, kiper Inter, tampil sigap melakukan penyelamatan penting.
Hingga pertandingan berakhir, Inter tetap mampu menjaga keunggulan 2-0. Peluit panjang dibunyikan, selebrasi besar pun pecah.
Chivu Sukses Catatkan Sejarah
Cristian Chivu berhasil mengukir namanya dalam sejarah Inter Milan. Ia menjadi pelatih yang sukses mempersembahkan double winner untuk Nerazzurri.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Lazio vs Inter Milan di Final Coppa Italia: Chivu Bawa 3-5-2 Andalannya, Sarri AndalkaPrediksi Skor Lazio vs Inter Milan di Final Coppa Italia: I Nerazzurri di Ambang Double Winner, Lazio Bertahan
Gelar Coppa Italia ini adalah yang ke-10 bagi Inter sepanjang sejarah. Chivu pun menyamai pencapaian para pendahulunya.
Usai pertandingan, para pemain Inter bergantian mengangkat trofi. Lautaro Martinez yang menjadi kapten tim membawa piala ke tengah lapangan disambut sorak sorai.
Bagi Lazio, kekalahan ini sangat menyakitkan. Mereka gagal menyelamatkan musim yang buruk di Serie A.
Tanpa trofi dan tanpa tiket Eropa, Lazio harus memulai dari nol lagi musim depan. Maurizio Sarri pun punya pekerjaan rumah yang sangat berat.
Sementara bagi Inter, pesta baru saja dimulai. Double winner sudah di tangan. Musim depan target yang lebih besar menanti.
Pantau terus hasil pertandingan sepak bola Eropa hanya di RADARCIREBON.TV.
