Selama 12 tahun bersama Pelatnas, Gregoria telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan bagi Indonesia:
- Medali Emas SEA Games 2019, 2021, dan 2023
- Perempat final Olimpiade Tokyo 2020
- Juara Indonesia Masters 2020
- Semifinal All England 2022
- Peringkat 6 dunia (posisi tertinggi)
Prestasi-prestasi ini menjadikannya sebagai salah satu tunggal putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Dampak Mundurnya Gregoria bagi Timnas Indonesia
Kehilangan Gregoria tentu menjadi pukulan telak bagi sektor tunggal putri Indonesia. Saat ini, peringkat tertinggi tunggal putri Indonesia dipegang oleh Gregoria. Tanpa kehadirannya, Indonesia kehilangan salah satu andalan utama di ajang-ajang bergengsi seperti Uber Cup, Asian Games, hingga Olimpiade.
Baca Juga:Bukan Sekadar Tambahan, Ini Alasan PBSI Masukkan 8 Atlet Baru ke Pelatnas 2026PBSI Resmi Umumkan 74 Atlet Pelatnas 2026, Ada 3 Nama Baru dan Sederet Bintang Andalan
PBSI kini harus bekerja ekstra keras mencari pengganti atau mematangkan pemain-pemain muda yang sudah mulai menunjukkan potensi. Beberapa nama seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, dan Mutiara Ayu Puspitasari bisa menjadi opsi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gregoria.
Fokus Pemulihan Tanpa Tekanan
Keputusan mundur dari Pelatnas ini diambil Gregoria agar ia bisa fokus pada pemulihan kesehatannya tanpa tekanan target dari PBSI. Atlet 26 tahun itu ingin mengatur sendiri jadwal latihan dan istirahat sesuai dengan kondisi kesehatannya.
“Gregoria ingin fokus pada pemulihan kesehatannya di bawah pengawasan dokter. Ia juga masih ingin berlatih, namun dengan intensitas yang bisa ia atur sendiri,” kata salah satu sumber terdekat Gregoria.
Keputusan ini sebenarnya cukup bijak. Bukan rahasia lagi jika program latihan di Pelatnas tergolong padat dan berat. Bagi Gregoria yang sedang dalam masa pemulihan vertigo, tekanan latihan yang terlalu intens justru bisa memperparah kondisinya.
Masihkah Gregoria Bisa Kembali?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah Gregoria masih bisa kembali ke Pelatnas atau ke dunia bulu tangkis profesional. Jawabannya: masih terbuka lebar.
PBSI sendiri tidak menutup pintu bagi Gregoria. Dalam pernyataan resminya, PBSI mengatakan bahwa Gregoria dipersilakan kembali kapan saja jika kondisinya sudah pulih total.
“PBSI mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gregoria selama ini. Pintu Pelatnas selalu terbuka bagi Gregoria jika suatu saat ia memutuskan untuk kembali,” demikian pernyataan resmi PBSI.
