Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI, Vertigo Jadi Penyebab Utama

Gregoria Mariska
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI setelah 12 tahun mengabdi. Keputusan ini diambil karena vertigo yang dideritanya belum pulih sepenuhnya. Gregoria ingin fokus pada pemulihan kesehatan tanpa tekanan target prestasi. Foto : Pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis Tanah Air. Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri andalan Indonesia, resmi mengumumkan mundur dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung. Keputusan ini diambil setelah 12 tahun ia mengabdi dan berlatih di bawah naungan PBSI. Faktor utama di balik keputusan besar ini adalah kondisi kesehatan Gregoria yang belum pulih total akibat vertigo parah.

Kabar ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta bulu tangkis. Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, namun lebih banyak lagi yang mendukung langkah Gregoria demi kesehatannya.

Kronologi Pengunduran Diri Gregoria

Keputusan mundur dari Pelatnas ini diumumkan secara resmi oleh PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa Gregoria masih dalam proses pemulihan kesehatan dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.

Baca Juga:Bukan Sekadar Tambahan, Ini Alasan PBSI Masukkan 8 Atlet Baru ke Pelatnas 2026PBSI Resmi Umumkan 74 Atlet Pelatnas 2026, Ada 3 Nama Baru dan Sederet Bintang Andalan

“Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” demikian keterangan resmi PBSI.

Gregoria sendiri dilaporkan sudah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi dan telah diterima oleh pihak PBSI.

Vertigo, Musuh Terbesar Gregoria

Penyebab utama mundurnya Gregoria adalah gangguan kesehatan vertigo yang belum kunjung pulih. Vertigo yang dideritanya mulai muncul sejak Maret 2025 dan hingga kini masih kerap kambuh.

Pernah dalam sebuah wawancara, Gregoria mengaku setiap serangan vertigo bisa berlangsung hingga lima jam. Gejala yang dirasakan antara lain kepala terasa berputar, muntah-muntah, dan kehilangan keseimbangan. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas latihan maupun penampilannya di turnamen.

Para ahli medis menyebut vertigo memang termasuk penyakit yang sulit diprediksi waktu kambuhnya. Stres, kelelahan, dan perubahan cuaca bisa menjadi pemicu. Bagi atlet profesional, penyakit ini bisa menjadi penghalang serius dalam berprestasi.

12 Tahun Mengabdi di Pelatnas

Gregoria pertama kali masuk Pelatnas PBSI pada tahun 2014. Waktu itu usianya baru 15 tahun. Perjalanannya dimulai setelah ia tampil dominan di berbagai kejuaraan nasional. Bakat besarnya langsung tercium oleh PBSI yang kemudian memanggilnya untuk bergabung dengan skuad pelatnas.

0 Komentar