RADARCIREBON.TV- Timnas Indonesia resmi jadi salah satu peserta dalam ajang Futsal Copa del Mundo 2026. Kejuaraan yang akan diikuti tim-tim elit dunia tersebut dijadwalkan berlangsung 7-13 Oktober 2026 di Brasil.
Masuknya Timnas Indonesia dalam salah satu tim undangan oleh penyelenggara federasi sepak bola Brasil (CBF) sudah dikonfirmasi oleh Michael Victor Sianipar selaku Ketua Asosiasi Futsal Indonesia.
“Kami sudah diundang ke Brasil bulan Oktober. Kalau negara-negara (tim peserta) mana saja kami belum dapat update lagi,” ucap Michael.
Baca Juga:Jadwal Sepak Bola Malam Ini 15-16 Mei 2026: Ada Pertandingan Liga Super, AFC U17, dan EPLKapan Wakil Indonesia Tanding? Cek Jadwal Perempat Final Thailand Open 2026 Hari Ini 15 Mei Live Badminton
Sementara itu dikutip dari laman IG @seasiagoal, sejumlah tim besar dunia disebut bakal berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka adalah Brasil (rank 1), Kazkhstan (rank 8), Prancis (rank 10), Jepang (rank 12), Indonesia (rank 14), serta Venezuela (rank 16).
“Turnamen ini jadi peluang besar bagi Timnas Futsal Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia,” tulis @seasiagoal.
Kejuaraan ini jelas menjadi peluang bagus bagi Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto, untuk menguji kemampuan mereka menghadapi tim kelas dunia. Terutama selepas tampil mengejutkan di Piala Asia Futsal 2026, dengan meraih posisi runner-up usai kalah adu penalti kontra Iran.
Michael Victor Sianipar menyambut baik undangan dari pihak Brasil terkait ajang Copa del Mundo 2026. Bahkan ia juga berencana mengundang Timnas Futsal Brasil untuk turut berpartisipasi dalam ajang eksebisi 4 Nations edisi 2027.
Selain ajang di Brasil, tahun ini Asosiasi Futsal Indonesia juga akan terlebih dulu fokus untuk ajang FIFA Matchday November 2026. Indonesia berencana mengundang tim Eropa untuk laga uji coba, meski msih perlu memperhatikan jadwal padat di wilayah tersebut.
“Karena kalau mau undang negara Eropa, kebetulan di FIFA Window bulan November ada event juga di Eropa seperti kualifikasi atau semacamnya. Jadi saya belum dapat memastikan dengan negara Eropa. Kalau mereka tidak bisa, baru dengan negara lain,” jelas Michael.
