Perbedaan pandangan muncul terkait rencana pembangunan arena latihan tinju di bawah flyover. Ketua Pertina Kota Cirebon Subagja menilai lokasi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan remaja untuk mencegah tawuran. Namun, Walikota Cirebon Effendi Edo tidak menyarankan usulan tersebut karena dinilai tidak sesuai peruntukan. Tidak setujunya Walikota Cirebon terhadap wacana pembangunan arena latihan tinju di bawah flyover Jalan Jenderal Bypass Ahmad Yani memunculkan tanggapan berbeda dari Ketua Pertina Kota Cirebon, Subagja.
Ketua Pertina Kota Cirebon Subagja, menilai kawasan kolong flyover justru dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan remaja yang selama ini rawan terlibat tawuran hingga perang konten di media sosial.
Menurutnya, arena latihan tinju bukan hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga wadah untuk mengarahkan aktivitas anak muda ke kegiatan yang lebih positif dan terarah. Selain itu, Subagja juga menilai kondisi kolong flyover saat ini terlihat kumuh dan membutuhkan penataan melalui aktivitas positif masyarakat. Ia menegaskan rencana arena tinju tersebut tidak bertujuan komersial, melainkan murni untuk pembinaan atlet muda dari lingkungan rawan konflik.
Baca Juga:Kerusakan Jalan Di Depan Stasiun Kejaksan – VideoPemeriksaan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha – Video
Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo tidak menyarankan usulan tersebut dan menyarankan kegiatan olahraga terfokus di kawasan Stadion Bima. Walikota juga menilai area di bawah flyover bukan diperuntukkan sebagai fasilitas olahraga.
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian sementara, lokasi tersebut belum memungkinkan digunakan sebagai arena tinju. Meski konsep serupa pernah diterapkan di Jakarta, Edo menyebut penggunaannya hanya bersifat sementara untuk latihan.
Perbedaan pandangan ini pun memunculkan diskusi mengenai pemanfaatan ruang publik sekaligus upaya pembinaan generasi muda di Kota Cirebon.