Nana optimistis pembangunan tol ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM lokal, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif. Dengan akses yang semakin mudah dan cepat, jumlah kunjungan wisatawan ke 170 objek wisata di Pangandaran diprediksi bakal meroket.
Ribuan Wisatawan Padati Pangandaran di Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Menyambut euforia proyek infrastruktur ini, lonjakan wisatawan sudah mulai terlihat. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatat total kunjungan wisatawan selama periode libur panjang Kenaikan Isa Almasih pada 13 hingga 17 Mei 2026 mencapai 78.374 orang.
Dari jumlah tersebut, Pantai Pangandaran menjadi destinasi favorit dengan 45.502 pengunjung, disusul Pantai Batukaras, Pantai Batu Hiu, serta Green Canyon yang juga dipadati ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga:Puteri Indonesia 2026 Siap Promosikan Pendidikan dan Pariwisata BantenMasih Menjadi Number One, Keindahan Pantai dan Pegunungan Masih Jadi Daya Tarik Wisatawan
Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengakui adanya lonjakan signifikan. “Selama libur panjang ini kunjungan wisatawan ke Pangandaran cukup tinggi dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah dari sektor wisata,” ujar Sarlan.
Ketua DPRD Pangandaran: Saatnya Siapkan Diri, Jangan Sampai Macet!
Menyikapi fenomena ini, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mendesak pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah antisipatif.“Dengan akses yang semakin mudah, ini bukan hanya cepat, tetapi juga akan memperbanyak kendaraan yang datang ke Pangandaran. Kondisi infrastruktur jalan saat ini belum memadai untuk menampung potensi lonjakan tersebut,” ujar Asep saat ditemui Rabu (8/4/2026).
Asep mengusulkan perpanjangan jalur Kalipucang–Majingklak hingga Karangnini serta evaluasi terhadap titik rawan kecelakaan, seperti tikungan dan tanjakan di kawasan Emplak. “Ini bagian dari langkah jangka panjang untuk menyongsong program pusat terkait infrastruktur jalan tol menuju Pangandaran,” tambahnya.
Target Pembangunan Tol Getaci: Rampung Pada 2026?
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo memastikan bahwa proses pembangunan tol ini tetap berjalan dengan target awal bisa rampung pada 2026. Meskipun terkendala pembebasan lahan, pemerintah menggunakan skema multi years atau pembangunan berjalan tanpa terhenti setiap pergantian tahun anggaran.
“Proses biasa aja, nggak ada masalah tapi biasanya sih urusan di lahan. Targetnya sih kalau bisa 2026, ya pasti 2026 lah. Tapi semua kan ada prosesnya ya,” ujar Dody saat ditemui di Bandung.
