Sementara itu, penggemar MotoGP di Indonesia dan Malaysia terus memberikan dukungan besar kepada dua rider muda tersebut melalui media sosial. Banyak yang menilai rivalitas sehat seperti ini dapat membantu perkembangan pembalap Asia di ajang Grand Prix dunia.
Pengamat balap juga melihat Veda dan Hakim Danish memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh jika mampu menjaga konsistensi performa dan terus beradaptasi dengan persaingan level internasional.
Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah, rivalitas Veda Ega Pratama dan Hakim Danish diperkirakan masih akan menjadi salah satu cerita menarik di Moto3 musim 2026.
